Tiga Strategi AP II Diklaim Sukses Gairahkan Penerbangan

    Suci Sedya Utami - 24 Agustus 2020 10:51 WIB
    Tiga Strategi AP II Diklaim Sukses Gairahkan Penerbangan
    Ilustrasi. Foto: Antara/Eric Ireng
    Jakarta: Sektor penerbangan berperan penting dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional (PEN) di tengah pandemi global covid-19, mengingat tansportasi udara memiliki tiga kelebihan dibanding moda transportasi lainnya.

    Pertama, fleksibilitas yang ditandai dengan besarnya jumlah  pergerakan, misalnya jika ada permintaan yang cukup besar maka maskapai pasti akan membuka rute atau meningkatkan frekuensi penerbangan.

    Kedua, penerbangan juga memiliki kapasitas yang ditandai dengan kemampuan atau daya angkut yang cukup besar dan dapat dimobilisasi secara cepat.

    Ketiga, konektivitas mengingat moda transportasi udara merupakan moda transportasi yang paling cepat dan efisien untuk membuka akses ke dan dari suatu daerah, apalagi Indonesia yang merupakan negara kepulauan.

    Berkaitan dengan hal tersebut, PT Angkasa Pura II (Persero) dan stakeholder pun fokus menggairahkan kembali penerbangan di 19 bandara yang dikelola. Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin mengatakan memilih untuk kembali ke strategi bisnis inti yakni bisnis aeronautika.

    “PT Angkasa Pura II menjalankan tiga strategi yakni meningkatkan utilisasi slot penerbangan, pengaktifan kembali rute-rute yang sempat ditutup karena pandemi, dan peningkatan frekuensi penerbangan di rute yang telah aktif. Di saat bersamaan, kami juga menjalankan Safe Travel Campaign guna memberi keyakinan kepada masyarakat,” ujar Awaluddin dalam keterangan resmi, Senin, 24 Agustus 2020.

    Ia bilang, ketiga strategi itu telah kembali dijalankan sejak Juli 2020 atau sekitar 3-4 bulan sejak kasus pertama covid-19 di Indonesia. Awaluddin mengatakan AP II berupaya menggerakkan permintaan melalui penawaran. Ia pun mengklaim strategi yang dijalankan telah membuahkan hasil.

    Pada Juli-Agustus,  pemulihan penerbangan di 19 bandara PT Angkasa Pura II telah terlihat dengan indikator sebagai berikut:

    Pertama, utilisasi slot penerbangan meningkat. Di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada April-Juni rata-rata utilisasi slot time penerbangan cukup rendah hanya 16 persen. Sementara itu sepanjang Juli dan 1-21 Agustus, rata-rata utilisasi slot time meningkat 99 persen atau mencapai 32 persen (21.853 slot digunakan maskapai dari 66.595 slot penerbangan yang tersedia).

    Kedua, rute yang dibuka mengalami kenaikan. Ia bilang Bandara Internasional Soekarno-Hatta di tengah pandemi ini memiliki 83 rute penerbangan yang dijadwalkan. Sepanjang April-Juni 2020 rata-rata rute penerbangan yang dibuka hanya sekitar 50,5 persen per bulan, kemudian meningkat sepanjang Juli dan 1-21 Agustus menjadi 62,3 persen per bulan.

    “Dari data tersebut maka pada Juli-Agustus 2020 rute yang dibuka meningkat 24 persen dibandingkan dengan April-Juni 2020,” tutur Awaluddin.

    Ketiga, frekuensi penerbangan meningkat. Di rute-rute yang sudah aktif, maskapai sepanjang Juli dan 1-21 Agustus sudah mulai meningkatkan frekuensi penerbangan misalnya dari dua kali seminggu menjadi daily, atau dari hanya satu kali sehari untuk satu rute penerbangan per maskapai.

    Awaluddin mengatakan utilisasi slot penerbangan yang meningkat, lalu lebih banyak rute atau destinasi  yang dibuka, serta naiknya frekuensi penerbangan diikuti dengan peningkatan jumlah penumpang pesawat menjadi penanda strategi yang dijalankan AP II bekerja dengan baik.

    “Strategi yang kami jalankan bersama stakeholder cukup berhasil yakni meningkatkan utilisasi slot penerbangan, mengaktifkan kembali rute, dan meningkatkan frekuensi penerbangan. Meski demikian kami akan terus berupaya agar lalu lintas penerbangan dapat semakin meningkat dan sektor penerbangan dapat maksimal dalam mendukung pemulihan ekonomi," tutur dia.

    Indikator-indikator pulihnya lalu lintas penerbangan yang diartikan sudah membaiknya permintaan dari masyarakat ini, selain di Bandara Soekarno-Hatta juga terjadi di bandara-bandara lain yang dikelola oleh AP II.

    Adapun bandara-bandara yang dikelola PT Angkasa Pura II saat ini adalah Soekarno-Hatta (Tangerang), Halim Perdanakusuma (Jakarta), Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang), Kualanamu (Deli Serdang), Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru), Silangit (Tapanuli Utara).

    Lalu, Raja Haji Fisabilillah (Tanjung Pinang), Supadio (Pontianak), Banyuwangi, Radin Inten II (Lampung), Husein Sastranegara (Bandung), Depati Amir (Pangkalpinang), Sultan Thaha (Jambi), HAS Hanandjoeddin (Belitung), Tjilik Riwut (Palangkaraya) dan Kertajati.

    (DEV)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id