Langkah Kemenperin Tekan Impor Bahan Baku Farmasi

    Ilham wibowo - 23 September 2020 21:39 WIB
    Langkah Kemenperin Tekan Impor Bahan Baku Farmasi
    Ilustrasi kebutuhan bahan baku farmasi - - Foto: Antara/ Audy Alwi
    Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya menekan impor bahan baku farmasi dengan mendorong pemanfaatan sumber daya lokal. Apalagi bahan baku obat sangat dibutuhkan di masa pandemi covid-19.

    “Kami akan memperkuat kompetensi unit pelaksana teknis (UPT) di lingkungan Kemenperin melalui peran balai besar di berbagai daerah,” kata Kepala badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Doddy Rahadi melalui keterangan tertulisnya, Rabu, 23 September 2020.

    Menurut Doddy, Balai Besar Kimia dan Kemasan (BBKK) Jakarta saat ini tengah menyiapkan infrastruktur pengembangan fitofarmaka yang sesuai dengan standar CPOTB, hingga penggunaan soft computing dan penerapan teknologi 4.0. Hasil riset tersebut diharapkan menjadi percontohan bagi industri farmasi dalam negeri.

    “Penguatan peran ini akan kami jalankan dengan menyiapkan infrastruktur pengembangan fitofarmaka yang sesuai dengan standar CPOTB, penggunaan soft computing dan penerapan teknologi 4.0 guna menjadi percontohan bagi industri farmasi berbasis bahan alam,” paparnya
     
    Ia menambahkan kementerian dan lembaga terkait harus bersinergi dalam mengembangkan industri farmasi sebagaimana Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2016 tentang Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan di Indonesia. Terlebih industri farmasi telah masuk sabagai sektor tambahan yang mendapat prioritas pengembangan dalam peta jalan Making Indonesia 4.0.

    “Industri farmasi di dalam negeri agar terus melakukan berbagai upaya dalam mendukung terlaksananya tujuan tersebut serta memastikan terciptanya kondisi masyarakat bisa memperoleh obat dengan mudah, terjangkau, tersedia dimanapun saat dibutuhkan, dan berkesinambungan,” sebutnya.


    Adapun Indonesia memiliki potensi tanaman obat yang banyak tumbuh di berbagai wilayah dengan 30 ribu spesies dari 40 ribu spesies tanaman.

    (Des)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id