DPR Cecar Bos Pertamina tentang Proyeksi Impor BBM

    Suci Sedya Utami - 31 Agustus 2020 17:32 WIB
    DPR Cecar Bos Pertamina tentang Proyeksi Impor BBM
    BBM Grafis. Foto : Medcom.id.
    Jakarta: Komisi VII DPR RI mempertanyakan kebutuhan dan volume impor minyak mentah dan produk bahan bakar minyak (BBM) PT Pertamina (Persero) dalam empat tahun mendatang.

    Pimpinan rapat dengar pendapat antara Komisi VII dan Pertamina, Ramson Siagian meminta agar Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menjabarkan angka detail proyeksi impor Pertamina ke depan.

    "Sebentar, yang kita mau tahu Pertamina mengimpor berapa banyak sampai 2024. Jelaskan dulu ini, fokus di situ dulu," kata Ramson di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 31 Agustus 2020.

    Pasalnya dalam paparan, Nicke tidak kunjung menyebutkan angka dan hanya menjelaskan secara general mengapa Pertamina masih impor sehingga membuat Ramson pun kesal. Nicke terus memaparkan rencana pengembangan kilang.

    "Proyeksi berapa yang akan kita impor sampai 2024. Bukan detail-detail itu (kilang)," tutur Ramson.

    Nicke pun mengatakan, hingga 2025, Pertamina masih ada impor karena masih adanya gap supply dan demand yang harus diisi oleh impor. Namun, dalam slide paparan Nicke, tidak ada detail angka.

    Oleh karenanya, Nicke memimta bantuan pada SVP Corporate Strategic Growth Pertamina Daniel Purba untuk mendetailkan angka kebutuhan yang diminta oleh DPR. Daniel mengatakan proyeksi impor BBM saat ini sebesar 200-250 ribu barel per hari (bph). Sedangkan minyak mentah sebesar 300-350 ribu bph.

    "Secara proporsionalnya sama sampai 2024 di mana rencananya Kilang Balikpapan fase satu selesai dibangun. Dengan demikian nanti kita bisa lihat dengan bertambahnya kapasitas Kilang Balikpapan, impor BBM akan mengalami penurunan," jelas Daniel. 

    (SAW)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id