Pupuk Indonesia Percepat Distribusi Antisipasi Musim Tanam

    Annisa ayu artanti - 13 Mei 2020 14:58 WIB
    Pupuk Indonesia Percepat Distribusi Antisipasi Musim Tanam
    PT Pupuk Indonesia (Persero) mempercepat distribusi guna mengantisipasi tingginya kebutuhan para petani. Foto: Dok. Pupuk Indonesia
    Jakarta: PT Pupuk Indonesia (Persero) mempercepat distribusi pupuk guna mengantisipasi tingginya kebutuhan para petani.

    Direktur Utama Pupuk Indonesia Aas Asikin Idat mengatakan pihaknya telah menginstruksikan kepada seluruh produsen pupuk untuk mempercepat distribusi pupuk ke gudang-gudang kabupaten dan distributor.

    "Tujuannya agar pada saat dibutuhkan, pupuk sudah berada dekat dengan petani," kata Aas dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 13 Mei 2020.

    Aas juga menjelaskan langkah tersebut diambil guna mendukung rencana Presiden Joko Widodo untuk melakukan percepatan musim tanam, mengantisipasi kekeringan dan terjadinya kekurangan pasokan pangan.

    Adapun upaya untuk menjaga pasokan pupuk diklaim perusahaan sudah dilakukan sejak Februari lalu. Menurut Aas, saat ini stok pupuk yang berada di gudang-gudang kabupaten cukup untuk kebutuhan dua sampai tiga bulan kedepan.

    "Kami juga telah menyiapkan armada tambahan. Sehingga pengiriman pupuk baik pupuk bersubsidi maupun komersil dapat berjalan lancar sampai ke kios resmi. Selain itu armada darat kami juga dilengkapi tanda bertuliskan dispensasi khusus angkutan barang penting, untuk memastikan semua aparat dapat membantu kelancaran pengiriman pupuk ke seluruh Indonesia," jelasnya.


    Untuk menjaga kelancaran distribusi di tengah pandemi dan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Pupuk Indonesia Grup telah melengkapi seluruh armadanya dengan salinan surat keterangan atau Surat Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (SIINAS) yang diterbitkan oleh Kementerian Perindustrian bagi seluruh produsen pupuk.

    Saat ini stok pupuk bersubsidi di setiap gudang tingkat kabupaten dan di tingkat kios pupuk resmi mencapai 972,99 ribu ton. Stok pupuk tersebut terdiri dari 571,56 ribu ton urea, 169,96 ribu ton NPK, 72,69 ribu ton SP-36, 112,99 ribu ZA, dan 45,784 ribu ton organik.

    "Kami menjaga jumlah stok untuk mendukung kebijakan pemerintah yang akan melakukan percepatan masa tanam sebagai antisipasi dampak dari pandemi," ucapnya.

    Selain itu, untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan petani Pupuk Indonesia juga menyediakan pupuk nonsubsidi di setiap kios-kios resmi. Ketersediaan pupuk non subsidi atau komersil di 34 Provinsi tercatat sebanyak 205,37 ribu ton, yang terdiri atas 129,82 ribu ton urea, 74,61 ribu ton NPK, 279 ton SP-36, dan 658 ton ZA.

    "Jumlah tersebut bisa bertambah menyesuaikan dengan kebutuhan di lapangan," pungkasnya.



    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id