comscore

Berawal dari Lomba, Kasir Pintar Buatan 5 Mahasiswa Diunduh 1,5 Juta Kali

MetroTV - 19 Juni 2022 22:56 WIB
Berawal dari Lomba, Kasir Pintar Buatan 5 Mahasiswa Diunduh 1,5 Juta Kali
Kasir Pintar sudah menggaet lebih dari 1,5 juta pengguna di Google Play Store. Metro TV
Jakarta: Kasir Pintar merupakan aplikasi kasir modern yang dapat diunduh di ponsel pintar. Aplikasi ini membantu perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) baik di dalam negeri maupun luar negeri. Kasir Pintar sudah menggaet lebih dari 1,5 juta pengguna di Google Play Store.

Aplikasi ini diinisiasi oleh lima mahasiswa Institut Teknologi Surabaya, Jawa Timur (Jatim). Mereka ialah Didit Sepiyanto, Hanif, Burhanudin Rasyid, dan Nuning Septiana yang berasal dari jurusan Teknik Informatika serta Siti Raisya Fitri Effendi dari jurusan Statistika.
Hanif memutuskan mengundurkan diri dari tim, sehingga tim Kasir Pintar saat ini menjadi empat orang. “Awalnya CEO kami (Didit), waktu itu ikut lomba. Cuma kalah,” ujar Icha, sapaan Siti Raisya, dalam tayangan Kick Andy di Metro TV, Minggu, 19 Juni 2022.

Kemudian, kelima mahasiswa tersebut mengikuti program Start-up Surabaya dan nekat mengunggah aplikasi Kasir Pintar ke Google Play Store. Tidak disangka, aplikasi tersebut mendapatkan respon positif dari para pengguna.

Mereka akhirnya memberanikan diri untuk menawarkan produk Kasir Pintar ke sejumlah UMKM di Surabaya. “Namun, responnya adalah ‘Mbak, saya bisa mikir sendiri tuh’,” kata Icha, sapaannya.

Membuat Dua Perusahaan

Sebelum lulus dari ITS, Didit mengajak teman-temannya untuk membuat perusahaan. Perusahaan yang dibuat oleh Didit yaitu CV Software House. Aplikasi Software House diperuntukkan untuk BUMN dan perusahaan swasta.

Setelah lulus, Didit dan teman-teman membuat Kasir Pintar untuk melanjutkan CV Software House. Beberapa bulan berjalan, Didit dan teman-temannya kekurangan dana.

Sumber dana yang didapatkan dari proyek-proyek yang dijalankan. Dana tersebut diperuntukkan untuk kehidupan sehari-hari dan membayar kontrakan dua kamar. Ruang tamu dari kontrakan tersebut berfungsi kantor dan kamar-kamarnya diperuntukkan untuk anggota tim laki-laki.

“Kami, yang cewek-ceweknya disewakan kos-kosan yang satu kamar dua orang,” tutur Icha.

Dana yang dipergunakan oleh Didit dan teman-teman hampir habis sehingga ia harus memutar otak untuk melanjutkan CV tersebut. Sebab, proyek Software House bersifat tidak menentu. Misalnya, bulan ini mereka dapat penghasilan namun bulan depan bisa tidak mendapat penghasilan sama sekali.

“Jadi kita lanjutin gitu Kasir Pintar,” ujar Didit. (Hana Nushratu)

(SUR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id