comscore

BP2MI Lepas 375 Pekerja Migran, Bidik Semua PMI yang Tertunda Bisa Berangkat Agustus

Ade Hapsari Lestarini - 28 Juni 2022 13:16 WIB
BP2MI Lepas 375 Pekerja Migran, Bidik Semua PMI yang Tertunda Bisa Berangkat Agustus
Kepala BP2MI Benny Rhamdani (tengah). Foto: dok BP2MI.
Depok: Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) kembali memberangkatkan 375 Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui skema Government to Government (G to G) dengan Korea Selatan (Korsel).

Kepala BP2MI Benny Rhamdani mengungkapkan, dari 375 PMI, sejumlah 265 PMI bekerja di sektor manufaktur dan 110 PMI di sektor perikanan. Tercatat total PMI yang telah berangkat ke Korea Selatan hingga akhir Juni 2022 sebanyak 3.239 orang.
Benny menargetkan, pada Agustus 2022 semua PMI G to G Korea Selatan yang sempat tertunda keberangkatannya karena pandemi covid-19, akan diberangkatkan. Dia menegaskan, tertundanya keberangkatan para PMI ke Korea Selatan bukan karena kesengajaan negara. Namun, semata-mata karena situasi covid-19 yang menyebabkan Korea Selatan menutup masuknya PMI.
 
Baca juga: Erick Thohir Minta BUMN Tidak Jadikan PMI Masyarakat Kelas Dua

"Betapa bodohnya negara jika menghalangi keberangkatan PMI. Bodoh karena pemerintah sadar, sumbangan devisa dari PMI sangat besar, mencapai Rp159,6 triliun. Saat ini baru ada 66 negara penempatan yang buka, masih ada 84 negara yang belum membuka," ujar Benny saat pelepasan PMI gelombang ke-41, dikutip dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 28 Juni 2022.

Benny menyebut, setiap PMI yang berangkat bekerja, membawa surat credential untuk diberikan kepada majikannya masing-masing. Oleh karena itu, PMI harus berbangga hati.

"Selama ini hanya duta besar yang menerima surat credential. Sekarang setiap PMI punya surat tersebut sebagai surat kepercayaan negara. Ini makin menegaskan PMI skema G to G bukan seperti barang tiruan atau KW. PMI itu orang penting, terdidik, duta bangsa, dan bekerja bagi negara. Jagalah kepercayaan tersebut, jadilah kebanggaan keluarga dan kebanggan Indonesia," tutur Benny.

PMI duta bangsa

Dalam kesempatan yang sama, Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Christina Aryani mengapresiasi BP2MI atas keberhasilan menjalankan proses penempatan G to G Korea Selatan.

"Pemerintah memiliki prioritas untuk memberikan pelindungan optimal kepada PMI dengan memangkas masalah di awal perekrutan. PMI adalah duta bangsa, maka kalian milikilah nilai-nilai Pancasila dalam bekerja di luar negeri, berpartisipasi mengenalkan pariwisata sebagai duta pariwisata Indonesia. Dan jangan lupa lapor di portal peduli PMI di luar negeri. Hal ini penting agar negara mendapatkan data PMI yang akurat untuk memberikan perlindungan di luar negeri," kata Christina.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) RI Afriansah Noor turut menyampaikan Kemnaker siap bekerja sama dengan BP2MI untuk membantu PMI di dalam dan luar negeri dengan memperhatikan kesejahteraan mereka.
 
Baca juga: BP2MI: Perlindungan Pekerja Migran Menjadi Prioritas

"Semoga ke depan, semua PMI yang berangkat bekerja ke luar negeri adalah yang andal dan dapat menghasilkan devisa bagi Indonesia," ungkap Afriansah.

Benny mengatakan, bentuk kepedulian negara pada PMI disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo kepadanya. "Setelah dilantik, saya dipanggil Bapak Presiden. Beliau menyampaikan keinginannya agar PMI tidak lagi terlantar di bandara, tidak mau lagi mendengar mereka jadi obyek pemerasan. Digiring ke loket-loket penukaran mata uang asing yang tidak sesuai. Kini BP2MI dan Kementerian BUMN telah membangun lounge bagi PMI. Saya katakan PMI adalah orang penting, derajatnya sama dengan pejabat publik," jelas Benny.

Benny menjelaskan soal terobosan bersama BUMN yang melahirkan KUR PMI. Serta berkolaborasi dengan Menko Perekonomian untuk lahirkan KTA PMI. Terkait preliminary education dan karantina yang gratis juga dijelaskan Benny yang menuai tepukan tangan meriah dari PMI.

(AHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id