Sepanjang 2020, Pertamina Borong Produk UMKM hingga Rp4,4 Triliun

    Suci Sedya Utami - 24 Januari 2021 14:11 WIB
    Sepanjang 2020, Pertamina Borong Produk UMKM hingga Rp4,4 Triliun
    UMKM. Foto : MI/Adam.



    Jakarta: PT Pertamina (Persero) mencatat nilai transaksi belanja Pertamina Grup pada produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) selama 2020 mencapai Rp4,5 triliun. Belanja tersebut dilakukan melalui pengadaan secara elektronik (E-Proc) sebesar Rp4,4 triliun dan Pasar Digital (PaDi) UMKM sebesar Rp1,16 miliar.

    Transaksi Pertamina Group kepada UMKM meliputi 23 bidang usaha antara lain pengadaan dan sewa peralatan-mesin, jasa konstruksi dan renovasi, material konstruksi, pengadaan dan sewa perlengkapan-furnitur, jasa ekspedisi dan pengepakan, jasa perawatan peralatan dan mesin, jasa advertising, catering, hingga jasa travel dan akomodasi.






    Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menjelaskan sebagai perusahaan nasional, Pertamina mewujudkan keberpihakan pada UMKM sebagai bentuk investasi sosial untuk memberikan nilai tambah kepada UMKM.

    Upaya ini diharapkan akan menumbuhkan kepercayaan serta memberikan dampak positif terhadap keberkelanjutan usaha bagi Pertamina. Nicke mengatakan Pertamina memberikan akses seluasnya bagi UMKM untuk menjadi mitra Pertamina dalam penyediaan layanan pendukung baik berupa usaha pengadaan barang maupun jasa.

    "Program Kemitraan merupakan salah satu cara perusahaan untuk berdayakan UMKM, dan hal tersebut sejalan dengan misi Pemerintah dalam program Sustainability Development Goals (SDG) dengan menciptakan lapangan dan kesempatan kerja yang akan berdampak signifikan bagi upaya mengentaskan kemiskinan," ujar Nicke dalam keterangan resmi, Minggu, 24 Januari 2021.

    Selama pandemi covid-19, Pertamina juga tetap aktif memberikan bimbingan dan bantuan kepada pengusaha golongan lemah, koperasi, dan masyarakat melalui program kemitraan.

    "2020, Pertamina juga tetap secara konsisten mendampingi UMKM untuk mengembangkan usaha melalui program PaDi UMKM bersinergi bersama delapan BUMN lainnya," imbuh Nicke.

    Nicke menambahkan melalui PaDi UMKM tersebut, masyarakat akan mudah mendapatkan informasi Seller UMKM, juga mengaktifkan E-Commerce sebagai penyedia layanan dengan strategi digital sekaligus menjalankan business to business (btob) store melalui website atau toko online. Selain tidak kalah pentingnya dengan implementasi program E-Procurement.

    "Dengan digitalisasi procurement, Pertamina lebih mudah melakukan monitoring terhadap belanja Pertamina Grup kepada UMKM sekaligus memantau penyaluran fasilitas pembiayaan atau permodalan UMKM," tutur Nicke.

    Program digitalisasi dalam proses pengadaan barang dan jasa secara terintegrasi di lingkungan Pertamina Grup juga dinilai memberikan dampak positif bagi perusahaan pada saat ini maupun di masa depan.

    "Sentralisasi pengadaan untuk Pertamina dan seluruh anak perusahaannya telah menciptakan efisiensi pada pengadaan barang dan jasa di Pertamina Grup," pungkas dia.

    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id