Antisipasi Kebutuhan Masa Tanam, Pupuk Indonesia Percepat Distribusi ke Gudang dan Kios

    Husen Miftahudin - 16 Januari 2021 17:00 WIB
    Antisipasi Kebutuhan Masa Tanam, Pupuk Indonesia Percepat Distribusi ke Gudang dan Kios
    Ilustrasi pupuk bersubsidi - - Foto: dok Pupuk Indonesia



    Jakarta: PT Pupuk Indonesia (Persero) berupaya optimal mempercepat dan menjaga kelancaran distribusi pupuk guna mengantisipasi kebutuhan para petani memasuki masa tanam awal tahun ini. Termasuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk penerbitan Surat Keputusan (SK) penyaluran pupuk bersubsidi.

    Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia Gusrizal mengatakan pihaknya telah melakukan sejumlah langkah dalam rangka menjaga kelancaran distribusi. Salah satunya dengan menerbitkan perintah ke distributor untuk segera menyalurkan ke kios-kios resmi, dan di waktu bersamaan juga terus melakukan koordinasi dengan dinas setempat untuk penerbitan SK alokasi dari pemerintah kabupaten/kota.






    "Sejak awal tahun kami telah menginstruksikan para produsen yang tergabung dalam holding Pupuk Indonesia untuk bergerak cepat dan optimal dalam menyediakan pupuk hingga di lini III dan IV," kata Gusrizal dalam keterangan tertulis, Sabtu, 16 Januari 2021.

    Di Jawa Tengah, Gusrizal meninjau ketersediaan stok di sejumlah daerah dan melakukan pertemuan dengan perwakilan petani di Grobogan dan Blora. Stok pupuk subsidi di provinsi Jawa Tengah sendiri tersedia sebanyak 231.983 ton.

    Secara nasional, stok pupuk bersubsidi yang tersedia di lini I hingga lini IV mencapai 1.763.218 ton, terdiri dari 821.423 ton Urea, 551.359 ton NPK, 132.649 ton SP-36, 148.642 ZA, dan 109.145 ton organik. Jumlah stok yang disiapkan di lini III dan IV tersebut sekitar tiga kali lipat dari ketentuan stok minimum yang sebesar 552.032 ton.

    Selain itu, untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan petani dan sesuai arahan Kementerian Pertanian (Kementan), Pupuk Indonesia Grup juga menyediakan pupuk non subsidi di setiap kios-kios resmi agar petani tetap bisa mendapatkan pupuk.

    "Jumlah pupuk non subsidi bisa menyesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Artinya ketika permintaan meningkat, maka kami pun sudah siap menambah ketersediaan," papar dia.

    Gusrizal menekankan bahwa pupuk bersubsidi diperuntukkan bagi petani yang sudah terdaftar di elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) dan kartu tani pada daerah-daerah tertentu.


    Gusrizal menambahkan saat ini semua jaringan distribusi Pupuk Indonesia Group telah diwajibkan melaksanakan protokol pencegahan penyebaran covid-19. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah petugas terpapar virus sehingga tidak mengganggu pelayanan pendistribusian dan penjualan pupuk.

    "Seluruh distributor dan kios diwajibkan melaksanakan protokol kesehatan agar menjaga semua petugas di lingkungan distributor dan kios tidak terpapar dan tetap melayani dalam penjualan dan penyaluran pupuk," tutup Gusrizal.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id