Gandeng Esco, Amarta Karya Optimistis Raup Pendapatan Rp1,5 Triliun

    Husen Miftahudin - 30 April 2021 15:42 WIB
    Gandeng Esco, Amarta Karya Optimistis Raup Pendapatan Rp1,5 Triliun
    Ilustrasi proyek-proyek konstruksi - - Foto: dok Kementerian PUPR



    Jakarta: Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Konstruksi, PT Amarta Karya (AMKA) menandatangani nota kesepahaman dengan PT Esco Oil Indonesia dalam rangka kerja sama penyediaan jasa konstruksi
     
    Direktur Utama Amarta Karya Nikolas Agung pun menyambut gembira atas kerja sama dengan perusahaan migas multinasional ini. Sebab itu, perusahaan akan melakukan best effort dan best practice agar proyek di bidang jasa konstruksi bisa dilaksanakan dengan lancar.
     
    "Kami yakin dan optimistis bahwa dengan strategi perseroan yang sedang kami jalankan saat ini, salah satunya melalui kemitraan strategis. Sehingga dapat terus meningkatkan kinerja AMKA sebagai perusahaan yang andal serta mampu memberikan kontribusi yang signifikan bagi Indonesia," ujar Nikolas dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 30 April 2021. 
     
    Nikolas menjelaskan kerja sama ini merupakan implementasi dari kemitraan strategis dalam meningkatkan kinerja perusahaan di bidang jasa konstruksi, khususnya dalam proyek-proyek yang akan dilaksanakan oleh Esco di Indonesia. 
     
    Adapun proyek-proyek tersebut di antaranya adalah Hydrogen Plat di Cilacap, LPG Terminal di Bengkulu, Indramayu, Sibolga dan Batam, TPPI Olefin Plant Complex Development Tuban dan Crude Oil Storage Tank di Cilacap, Lawe-Lawe, Dumai.
     
    Ia mengungkapkan, melalui kerja sama ini AMKA semakin optimis meraih target pendapatan hingga Rp1,5 triliun. Sebab, kemitraan strategis menjadi salah satu strategi kunci untuk mengkonversi peluang di situasi yang sarat akan tantangan ini.
     
    "Rencana kerja sama ini merupakan langkah nyata perusahaan untuk mengembangkan bisnis agar AMKA semakin berkualitas dan memiliki pengalaman yang lebih baik dalam dunia jasa konstruksi," papar Nikolas. 
     
    Sementara Direktur Utama Esco Michael John Weeks mengakui Indonesia memiliki potensi besar untuk berinvestasi. Oleh karena itu, saat ini merupakan waktu yang tepat untuk menggarap peluang tersebut. 
     
    "Dalam kurun waktu sekitar lima sampai enam bulan ini saya mengadakan pertemuan dengan beberapa perusahaan di Indonesia, dan menurut saya mereka adalah perusahaan perusahaan yang sangat berkompeten di bidangnya masing-masing termasuk Amarta Karya. Saya berharap Esco dan AMKA bisa melakukan kerja sama ini dengan baik selama lima tahun ke depan," harapnya. 
     
    Komisaris Utama ESCO Taufik Hidayat menambahkan bahwa pihaknya akan memulai pekerjaan proyek tahap pertama yang direncanakan tahun ini dengan Badak LNG. "Kemudian dilanjutkan dengan proyek Pertamina Cilacap RU IV." 
     
    Adapun ruang lingkup kerja sama jasa konstruksi yang akan dikerjakan oleh AMKA meliputi fondasi, pekerjaan sipil, pekerjaan struktur baja, pekerjaan Mekanikal Elektrikal (ME) umum (firefighting, HVAC, utility piping, power generation system), dermaga dan pelabuhan, bangunan kantor, serta pabrik. 
     
    AMKA akan bertanggung jawab penuh dengan pelaksanaan kegiatan proyek di beberapa lokasi yang akan dijalankan bersama Esco. Langkah ini diyakini mampu menjadi motor dalam melipatgandakan pendapatan perseroan sekaligus berkontribusi dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id