Menaker dan Serikat Buruh Rayakan May Day dengan Aksi Sosial

    Annisa ayu artanti - 01 Mei 2021 18:13 WIB
    Menaker dan Serikat Buruh Rayakan <i>May Day</i> dengan Aksi Sosial
    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah - - Foto: dok Antara



    Jakarta: Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah bersama serikat buruh dan pengusaha melakukan kegiatan sosial pada saat May Day atau peringatan hari buruh.

    "Saya memberikan apresiasi kepada teman-teman pekerja atau buruh melaksanakan May Day dalam bentuk yang berbeda. Masih ada teman-teman yang merayakan dengan turun di jalan, tapi banyak teman-teman SP/SB yang merayakan dengan kegiatan sosial," kata Ida dalam peringatan May Day 2021, Sabtu, 1 Mei 2021.

    Menurutnya, May Day adalah waktu mengekspresikan kegembiraan dan mengekspresikan nilai-nilai perjuangan buruh. Pemerintah tak pernah melarang seluruh kegiatan perayaan May Day tersebut asal tetap memperhatikan protokol kesehatan covid-19.






    Adapun tema peringatan May Day kali ini 'Recover Together'. Semua elemen diminta memperkuat sinergi dalam masa pemulihan ekonomi dan pemulihan kesehatan di Indonesia.

    "Recover together tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri, pemerintah membutuhkan kerja sama untuk recovery bersama-sama teman pengusaha yang didukung dari pekerja atau buruh," ujarnya.


    Dalam peringatan May Day tahun ini, Kemnaker bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan bantuan kepada 18 ribu pekerja terdampak covid-19 di 34 provinsi. Selain itu, juga dilakukan pemberian bantuan tali kasih kepada tenaga kesehatan dan tenaga pendukung nonmedis yang bekerja di Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta.

    Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI), Elly Rosita, mengatakan pada peringatan May Day 2021 ini pihak memberikan respek dan simpati kepada pemerintah yang telah memberikan bantuan di masa pandemi. Terutama kepada buruh yang kehilangan pekerja akibat pandemi covid-19.

    "Kita berharap bisa bangkit bersama-sama dan ini adalah apresiasi kami atas nama KSBSI dan teman-teman pekerja atau buruh bahwa pandemi ini harus bersama-sama menghadapinya serta bagaimana keberlangsungan bisnis berjalan dan terjaga iklim ketenagakerjaan," kata Elly Rosita.


    Sementara Ketua Umum Apindo Hariyadi B. Sukamdani mengatakan dalam situasi sulit saat ini seluruh pihak harus mampu bekerja sama dan berkolaborasi untuk menghadapi kondisi buruk sekarang ini. Sebab, hampir seluruh sektor dunia usaha terdampak covid-19.

    "Perkiraan kami ada 30 persen lapangan kerja formal menyusut akibat kondisi saat ini. Tapi kami melihat di sisi lain ada secercah harapan sebab di 2020 sudah mulai rebound, mulai ada trend naik penyerapan tenaga kerja," kata Haryadi.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id