Wamen BUMN: Masalah Utama Garuda Terlalu Banyak Sewa Pesawat

    Suci Sedya Utami - 03 Juni 2021 21:22 WIB
    Wamen BUMN: Masalah Utama Garuda Terlalu Banyak Sewa Pesawat
    Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo. Foto: dok. MI



    Jakarta: Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) buka suara mengenai penyebab babak belurnya keuangan maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia.

    Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirdjoatmodjo mengatakan, permasalahan utama Garuda terletak pada sewa jenis pesawat yang terlalu banyak. Hal ini membuat leasing atau perusahaan yang berkontrak memberikan pembiayaan sewa pesawat melebihi batas biaya yang wajar.

     



    "Memang masalah utama Garuda masa lalu karena leasing-leasing-nya memang melebihi cost yang wajar dan memang jenis pesawat terlalu banyak," kata pria yang akrab disapa Tiko ini dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR, Kamis, 3 Juni 2021.

    Ia mengatakan Garuda mengoperasikan jenis pesawat seperti Boeing 737, Boeing 777, Airbus 320, Airbus 330, ATR, Bombardier. Hal ini, kata Tiko, membuat perusahaan pelat merah itu boros atau tidak bisa menekan biaya.

    Mantan Direktur Utama Bank Mandiri ini mengatakan jumlah lessor Garuda mencapai 36. Dari banyaknya lessor tersebut, ada lessor yang terkena kasus korupsi dan turut menyeret Garuda. Namun, kata Tiko, tidak semua lessor terlibat dalam kasus.

    Saat ini, kementerian juga tengah memetakan ulang lessor-lessor tersebut. Pihaknya pun akan melakukan negosiasi ulang dengan beberapa lessor karena kondisi berat ini.

    Selain itu, kata Tiko, beban biaya juga diakibatkan oleh banyaknya rute yang diterbangi namun tidak profitable atau menghasilkan untung.

    Misalnya pada 2019, untuk rute dalam negeri untung namun ke luar negeri justru buntung atau rugi. Ia bilang, berdasarkan data perjalanan atau traveling, 78 persennya berasal dari wisatawan domestik, dan hanya 22 persen dari asing. Dengan kata lain, penerbangan internasional yang diangkut Garuda tidak setinggi domestik.

    Oleh karenanya saat ini Kementerian BUMN meminta Garuda untuk fokus pada penerbangan domestik. Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki potensi domestik market yang sangat besar. Masyarakat hanya memiliki dua opsi menggunakan moda transportasi laut atau udara untuk menuju satu pulau ke pulau lain, tidak bisa dilaju ke depan.

    "Kebetulan kita negara kepulauan yang mestinya kita lebih baik fokus di domestik. Untuk keluar negerinya kita code sharing saja," jelas Tiko.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id