Pacu Industri Berdaya Saing Global, Kemenperin Perkuat SDM Teknologi Kertas

    Husen Miftahudin - 22 Juli 2021 20:30 WIB
    Pacu Industri Berdaya Saing Global, Kemenperin Perkuat SDM Teknologi Kertas
    Ilustrasi. Foto: AFP



    Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya untuk meningkatkan kinerja industri kertas di Tanah Air melalui penyediaan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten. Langkah strategis ini guna memacu ekonomi nasional.

    Terkait hal tersebut, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin menjalin kerja sama dengan tujuh perusahaan industri kertas untuk membuka program setara D1 Teknologi Kertas. Lulusannya nanti ditempatkan bekerja di tujuh perusahaan tersebut, yaitu PT Eco Paper Indonesia, PT Surabaya Mekabox, PT Kertas Padalarang, PT Enggal Subur Kertas, PT Pemalang Agro Wangi, PT Budi Makmur Perkasa, serta PT Indah Kiat Pulp dan Kertas Tbk Serang Mill.

     



    "Keberadaan SDM terampil menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan industri, di mana industri merupakan salah satu sektor yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan berharap peserta program ini memanfaatkan kesempatan ini dengan baik," kata Kepala BPSDMI Kemenperin Arus Gunawan dalam siaran persnya, Kamis, 22 Juli 2021.

    Menurut Arus, penyelenggaraan Program Setara D1 Teknologi Kertas ini merupakan bagian dari program Kemenperin yang memfasilitasi 899 mahasiswa untuk bisa mengikuti pendidikan vokasi dan bisa langsung bekerja di industri. Mereka berasal dari 10 provinsi dan 12 kabupaten/kota di Indonesia.

    "Kebutuhan tenaga kerja industri kertas dan barang kertas sebanyak 241.651 pada 2020, sedangkan kebutuhan pada 2021 diperkirakan bertambah mencapai 10.563 orang," ungkapnya.

    Adapun industri pulp di Indonesia mampu berdaya saing dengan menempati peringkat ke-8 dunia, dan industri kertas di peringkat ke-6 dunia. Daya saing ini, selain ditopang oleh ketersediaan bahan baku, juga didukung dengan adanya SDM industri kompeten dan pemanfaatan teknologi.

    Apalagi, perkembangan permintaan global terhadap produk industri pulp dan kertas, baik di dalam negeri maupun ekspor masih menjanjikan, di antaranya, produk kertas tissue, kertas kemasan, dan sebagainya. Bahkan, dengan tren transaksi e-commerce yang kian meningkat, juga dapat mendorong kebutuhan kertas untuk kemasan kertas dan karton sehingga industrinya bisa tumbuh.

    Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri Iken Retnowulan menyampaikan, program perkuliahan ini diselenggarakan oleh Politeknik STMI Jakarta melalui Program Studi Teknik Kimia Polimer (TKP). "Peserta mengikuti perkuliahan selama dua semester dengan total 43 SKS dengan kombinasi daring dan luring disesuaikan dengan kondisi pandemi sekarang ini," paparnya.

    Pada 2019, kapasitas produksi kertas nasional sebesar 10,1 juta ton dengan konsumsi 6,3 juta ton. Sementara itu, pulp tercatat sebagai salah satu komoditas yang memiliki potensi ekspor sebesar 5,3 juta ton.

    Meskipun di tengah pandemi covid-19, permintaan pulp dan kertas secara global masih meningkat sekitar 2,1 persen. Sedangkan di dalam negeri, dalam lima tahun terakhir ini permintaannya tumbuh mencapai 63 persen.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id