Kabupaten Gunung Kidul Panen Palawija dengan Hasil di Atas Rata-rata

    M Studio - 24 Maret 2020 16:45 WIB
    Kabupaten Gunung Kidul Panen Palawija dengan Hasil di Atas Rata-rata
    Di tengah wabah virus korona, sejumlah desa di Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta, sedang menggelar panen raya palawijaya dengan hasil di atas rata-rata (Foto:Dok.Kementan)
    Jakarta: Di tengah wabah virus korona, sejumlah desa di Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta, sedang menggelar panen raya palawijaya, yaitu kacang tanah dan jagung.

    Panen ini merupakan panen kedua setelah sebelumnya para petani juga memanen komoditas yang sama dengan hasil memuaskan.

    Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunung Kidul Bambang Wisnu Broto menyampaikan bahwa kacang dan jagung merupakan dua komoditas unggulan Gunung Kidul yang menjadi andalan kebutuhan nasional.

    "Walaupun panennya musim hujan yang tidak menentu, kita harus bersyukur bahwa hasil ini cukup memuaskan. Tentu ke depan, kita akan pacu lagi dengan berbagai program yang ada agar hasil panen meningkat," ujar Bambang, Senin, 23 Maret 2020.

    Dikatakan Bambang, hasil ubinan kacang yang dihasilkan petani kurang lebih mencapai 16,5 kuintal wose per hektare yang ditanam di atas lahan monokultur seluas 50 hektare.

    "Untuk jagung ubinan yang ditanam dengan metode tumpang sari di lahan 146 hektare totalnya mencapai 11 kilogram tongkol atau sekitar 9,8 ton pipil kering per hektare," katanya.

    Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo meminta segenap jajaran agar memantau produksi sektor pertanian selama masa pandemi Covid-19. Menurut Syahrul, memasuki masa panen raya Maret-April, petani harus dipastikan memeroleh harga jual yang layak, sehingga terjaga kesejahteraannya. 

    Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan Bambang Pamuji mengapresiasi hasil panen kacang dan jagung di Kabupaten Gunung Kidul. 

    "Hasil panen tersebut masuk kategori bagus dengan level di atas rata-rata. Ke depan, Kementan akan mendorong penerapan tumpang sari untuk meningkatkan produksi dalam negeri agar petani diuntungkan dengan panen yang dihasilkan. Apalagi, tumpang sari dibeberapa tempat sudah menunjukkan hasil yang cukup signifikan, hal ini juga menjadi solusi ditengah maraknya alih fungsi lahan," kata Bambang Pamuji.

    Pamuji mengatakan, sebagai langkah nyata pemerintah, Kementerian pertanian akan mendorong kelompok tani untuk mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang memiliki bunga rendah, yakni sebesar 6 persen.

    "Kredit ini sangat bagus untuk membantu petani memperluas usahanya. Melalui KUR petani bisa lebih fleksible membeli kebutuhan khusus nya alat-alat penanganan pasca panen bagi kelompok taninya," katanya.

    Pamuji berharap penggunaan teknologi berupa alat yang modern mampu meningkatan hasil produksi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan pasar ekspor. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan bantuan benih unggul dan asuransi pertanian.

    "Pasarnya terpenuhi dan produksinya meningkat. Disisi lain pemerintah sudah menyediakan layanan KUR dan asuransi. Kita harapkan dapat berjalan secara baik," katanya.

    Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Manunggal Karya Kanigoro, Nyoto menambahkan bahwa keuntungan yang diperoleh mencapai puluhan juta rupiah untuk area lahan satu hektare.

    "Karena itu, saya berharap pemerintah mampu menyediakan alat bantu seperti Power theser Multiguna atau mesin perontok untuk memudahkan produksi dengan jumlah yang banyak," katanya.

    Senada, Koordinator BPP Saptosari, Sriyatun berharap semua hasil panen yang ad dapat dijual kedalam bentuk wose. Ini dikarena perhitungan analisa usaha tani dalam satu hektar dengan produksi 16,5 kuintal wose yang dijual seharga Rp 25.000 perkilogram.

    "Dari hasil panen ini kami bisa mendapatkan pendapatan bersih sebesar Rp 25.192.000 per hektare. Namun jika dijual gelondong kering dengan harga Rp 13 ribu per kilogram hanya mendapatkan pendapatan bersih sebesar Rp19.495.000 per hektare," ujarnya.



    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id