Pengguna KRL Anjlok 70 Persen

    Medcom - 25 Maret 2020 14:53 WIB
    Pengguna KRL Anjlok 70 Persen
    Sejumlah penumpang duduk di dalam gerbong kereta rel listrik (KRL) Commuterline di Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (21/3/2020). Foto: Antara/Aditya Pradana Putra
    Jakarta: Pengguna kereta rel listrik (KRL) commuter line Jabodetabek anjlok 70 persen di tengah pandemi virus korona (covid-19). Jika biasanya penumpang KRL ada di kisaran 900 ribu hingga 1,1 juta pengguna, kali ini hanya 300 ribu pengguna. 

    "Pada Senin 23 Maret 2020 volume tercatat 341.252 pengguna. Sementara pada Selasa 24 Maret kemarin hanya 292.825 pengguna," kata VP Corporate Communications PT KCI, Anne Purba, melalui keterangan tertulis, Rabu, 25 Maret 2020.

    Anne mengatakan jumlah pengguna KRL terus menunjukkan tren menurun dalam dua pekan terakhir. Meski begitu, PT KCI tetap tak menurunkan standar dalam mengantisipasi penyebaran virus korona di KRL.

    Sejak 20 Maret, PT KCI menambah jumlah wastafel di stasiun dengan memasang unit tambahan selain dari yang tersedia di toilet seluruh stasiun. Wastafel tambahan ini tersedia di Stasiun Juanda, Manggarai, Bogor, Bekasi, Jakarta Kota, Tanah Abang, Rangkasbitung, dan akan terus ditambah. 

    "Wastafel tambahan di luar toilet ini hadir agar pengguna dapat lebih mudah mencuci tangannya saat hendak menggunakan kereta maupun setelah turun dari kereta," kata Anne. 

    Selain itu, sudah tersedia pula bilik disinfektan di Stasiun Sudirman. Para pengguna yang memerlukan dapat melewati bilik ini saat hendak masuk maupun keluar stasiun. Bilik ini juga akan dipasang pada sejumlah stasiun lainnya bekerja sama dengan berbagai pihak.

    PT KCI telah melakukan penyemprotan disinfektan di sejumlah stasiun sejak 17 Maret 2020. Penyemprotan ini terus berlangsung di berbagai lokasi hingga hari ini berkat bantuan anggota TNI, Polri, serta sejumlah lembaga nirlaba.

    Baca: KAI Batalkan 103 Perjalanan Kereta

    Selain di stasiun, upaya physical distancing atau menjaga jarak antar pengguna di dalam KRL juga terus ditingkatkan. PT KCI mengimbau para pengguna mengisi bangku tempat duduk panjang di dalam KRL. Jika biasanya banku panjang berkapasitas tujuh, kali ini dibatasi maksimal empat orang.

    Sementara untuk tempat duduk prioritas hanya diisi paling banyak dua orang. Para pengguna yang berdiri juga akan diarahkan untuk berjarak dan tidak berhadapan satu sama lain. 

    "Untuk menerapkan jarak fisik ini, petugas akan mengarahkan pengguna sejak sebelum masuk kereta agar mengisi kereta/gerbong yang kosong, tidak berfokus pada satu kereta," katanya. 

    Selanjutnya, selama kereta beroperasi, petugas pengawalan kereta juga akan berpatroli mengarahkan para pengguna agar bisa menjaga jarak. PT KCI tetap mengajak pengguna mengikuti imbauan pemerintah untuk bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah. 

    "Bepergian keluar rumah dan menggunakan transportasi publik hendaknya untuk keperluan yang sangat mendesak saja," kata Anne.



    (UWA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id