Ahok Kesal Pertamina Terus Ngutang Demi Akuisisi Ladang Minyak

    Suci Sedya Utami - 16 September 2020 09:32 WIB
    Ahok Kesal Pertamina Terus <i>Ngutang</i> Demi Akuisisi Ladang Minyak
    Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama. FOTO: MI/SUSANTO
    Jakarta: Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kembali melontarkan kekesalannya terkait menggunungnya utang Pertamina untuk dapat mengakuisisi ladang minyak di luar negeri.

    "Minjem duit, sekarang sudah utang USD16 miliar. Tiap kali otaknya pinjam duit saja nih, saya sudah kesal. Pinjam duit terus lo akuisisi terus lagi," kata Ahok, seperti dikutip dari tayangan di akun Youtube POIN, Rabu, 16 September 2020.

    Padahal, menurut dirinya, Pertamina lebih baik menggarap atau melakukan eksplorasi terhadap lapangan-lapangan minyak di dalam negeri. Sebab, Indonesia masih memiliki 12 cekungan yang berpotensi menghasilkan minyak. Belum lagi ada 68 cekungan yang belum tersentuh.

    "Saya bilang tidak berpikir untuk eksplorasi, kita masih punya 12 cekungan yang berpotensi punya minyak, punya gas. Lo ngapain di luar negeri. Ini jangan-jangan saya pikir ada komisi beli-beli minyak itu," kata dia.

    Saat ini, Pertamina memiliki sejumlah blok migas di 12 negara. Di Aljazair, Pertamina memiliki saham di Blok Menzel Lejmet North (MLN), El Merk (EMK), dan Ourhoud (OHD). Kemudian di Irak, Pertamina memegang saham di Lapangan West Qurna 1. Sementara di Malaysia, Pertamina memegang kepemilikan saham di Blok K, Blok Kikeh, Blok SNP, Blok SK309, dan Blok SK311.

    Selanjutnya, usai akuisisi perusahaan migas Prancis, Maurel&Prom, Pertamina memiliki aset migas yang tersebar di Gabon, Nigeria, Tanzania, Namibia, Kolombia, Kanada, Myanmar, Italia, dan negara lainnya. Namun, aset utamanya yang telah berproduksi yakni di Gabon, Nigeria, dan Tanzania.

    Data terakhir pada 2018, Pertamina mencatat, produksi migas dari aset luar negeri tercatat sebesar 153 ribu barel setara minyak per hari (boepd), yakni produksi minyak 102 ribu barel per hari (bph) dan gas 299 juta kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day/mmscfd).

    Produksi migas perseroan dari aset luar negeri pada tahun depan ditargetkan naik 3,26 persen dari prognosa akhir 2019 sebesar 153 ribu boepd menjadi 158 ribu boepd. Rincinya, produksi minyak ditargetkan naik tipis dari 105 ribu bph menjadi 107 ribu bph, serta produksi gas meningkat dari 276 mmscfd menjadi 298 mmscfd.

    (ABD)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id