comscore

Siap-siap, Perusahaan Migas AS akan Hengkang dari Indonesia

Annisa ayu artanti - 12 Januari 2022 14:04 WIB
Siap-siap, Perusahaan Migas AS akan Hengkang dari Indonesia
Ilustrasi perusahaan migas asal Amerika Serikat (AS) - - Foto: dok AFP
Jakarta: Komisaris Utama PT PGN (Persero) Tbk Arcandra Tahar memperkirakan perusahaan migas asal Amerika Serikat (AS) akan hengkang dari negara tempat mereka beroperasi tahun ini, termasuk dari Indonesia. Perkiraan tersebut seiring dengan banyaknya aksi merger dan akuisisi yang berjalan di 2022.
 
"Akan banyak merger dan akuisisi di 2022 ini dan eksplorasi kontinu," kata Archandra dalam diskusi Energy dan Economic Outlook 2022, Rabu, 12 Januari 2022.

Ia menjelaskan faktor pertama yang menjadi alasan perusahaan-perusahaan migas itu melakukan merger dan akuisisi adalah aset konsolidasi. Saat ini, perusahaan migas AS memiliki strategi untuk mengkonsolidasikan aset-aset upstream ke negara mereka sendiri.
"Perusahaan AS mereka punya strategi di tahun ini untuk mengkonsolidasikan aset-aset upstream mereka ke AS sendiri. Sehingga banyak aset mereka yang dijual, on sale baik tidak hanya di Indonesia tapi juga di negara lain," ujarnya.

Kendati demikian, upaya konsolidasi aset dan keinginan perusahaan untuk angkat kaki bukan karena peraturan yang berubah di sebuah negara. Melainkan tekanan untuk merambah bisnis yang lebih ramah lingkungan atau energi hijau.

"Company-company di Amerika Exxon, Chevron, Conocophillips melihat kemungkinan mereka memenuhi untuk berbisnis lebih hijau itu ada di Amerika," sebutnya.

Kemudian dana yang tersedia untuk melanjutkan bisnis bahan bakar fosil semakin sulit seiring gencarnya agenda transisi energi dunia. Di sisi lain, perusahaan-perusahaan migas akan fokus pada pembayaran utang  2020 dan 20221, serta pembayaran dividen yang lebih tinggi. 

"Apa yang perlu kita lihat untuk upstream mergers and acquisitions ini? Strategi Eropa yang lebih diversifikasi usaha, sementara Amerika lebih ke dekarbonisasi. Dua mainstream strategi berbeda kalau pria mau diversifikasi langsung ke renewable energy, Sementara Amerika tetap basis ke fossil fuel tapi kalau ada impact CO2 yang lebih besar itu akan diperkecil lewat teknologi," tukasnya.

(Des)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id