comscore

Wamendag Harap Indonesia Jadi Pemain Utama Blockchain

Angga Bratadharma - 15 Maret 2022 08:35 WIB
Wamendag Harap Indonesia Jadi Pemain Utama <i>Blockchain</i>
Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga. FOTO: dok Kemendag
Jakarta: Perkembangan teknologi Metaverse di Indonesia mulai menunjukkan kemajuan yang nyata dan diharapkan bisa mendukung perkembangan ekonomi digital Indonesia di masa mendatang. Hal tersebut seiring era digitalisasi yang didorong oleh pandemi covid-19 mulai masuk ke hampir lini kehidupan masyarakat.

Kemajuan itu yang membuat asosiasi Cakra dan Litedex Protocol melakukan penandatanganan kerja sama di metaverse pertama kali di Indonesia dan dilakukan oleh Chief Executive Officer of Litedex Protocol Andrew Suhalim, Ketua Asosiasi Cakra Ivan Chen, dan Wakil Menteri Perdagangan RI Jerry Sambuaga, secara virtual 3D di metaverse.
Wakil Menteri Perdagangan RI Jerry Sambuaga mengatakan dengan adanya kerja sama yang terjalin antara Cakra dan Litedex Protocol diharapkan berdampak positif terhadap perkembangan digitalisasi di Tanah Air. Salah satunya bisa membuat Indonesia menjadi pemain utama di sektor blockchain.

"Besar harapan, dengan terjalinnya kerja sama berupa edukasi blockchain ke 14 ribu SMK dan Politeknik di Indonesia, Indonesia mampu menjadi pemain utama di sektor blockchain dan kedepannya aset crypto buatan Indonesia akan menjadi salah satu komoditas ekspor," kata Jerry, dalam keterangan tertulisnya, Senin, 14 Maret 2022.

Dengan adanya edukasi secara intensif, lanjut Jerry, diharapkan mampu menciptakan crypto savy di tengah masyarakat Indonesia, seiring dengan meningkatnya pengguna crypto di Indonesia. Setidaknya ada sebanyak empat juta pengguna di 2020 dan 11 juta pengguna di 2021.

"Dengan total volume transaksi mencapai Rp859,4 triliun," tuturnya.

Dengan talent-talent IT dan blockchain yang ahli di bidangnya, Chief Executive Officer Litedex Protocol Andrew Suhalim mengatakan, pihaknya berkomiten untuk membagikan pengetahuan teknologi blockchain dan turunannya kepada berbagai institusi pendidikan untuk mengejar ketinggalan talent-talent Indonesia di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

Menghadapi tantangan sekaligus peluang di era metaverse ini, lanjutnya, Indonesia akan membutuhkan talent-talent yang berkualitas dan unggul seiring hadirnya teknologi baru seperti blockchain dan turunannya seperti NFT, Play-to-earn games, dan metaverse.

Industri-industri baru ini, tambahnya, bisa membuka jutaan lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia. Dalam 5-10 tahun ke depan, diperkirakan membutuhkan sekitar 15 juta tenaga ahli untuk mengembangkan proyek-proyek digital di dunia blockchain ini.

"Untuk mengejar perubahan dunia yang semakin cepat, Indonesia harus proaktif dalam menyesuaikan kurikulum baik di tingkat pendidikan vokasi maupun perguruan tinggi, tentunya harus bekerja sama dengan pelopor-pelopor yang ahli di bidangnya masing-masing," pungkasnya.


(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id