comscore

UMKM Paling Cepat Pulih di Masa Pandemi Covid-19

M. Ilham Ramadhan Avisena - 19 Januari 2022 20:36 WIB
UMKM Paling Cepat Pulih di Masa Pandemi Covid-19
Ilustrasi UKM. MI/Adam
Jakarta: Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dinilai sebagai sektor yang mampu beradaptasi di masa pandemi covid-19. Selain itu, sektor usaha tersebut juga mampu bertahan dan pulih lebih cepat ketimbang sektor usaha lainnya.

"Berdasarkan riset BRI sejak Maret 2021-September 2021 hanya 20 persen UMKM yang menyatakan usahanya pernah tutup. Jauh berbeda dengan awal pandemi yang diperkirakan mencapai 50 persen UMKM tutup," ujarnya Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki dalam Forum Diskusi Denpasar 12 bertema Menatap Ekonomi Indonesia 2022, dilansir Mediaindonesia.com, Rabu, 19 Januari 2022.
Dia menambahkan, guna memantapkan kondisi UMKM di Indonesia, Kemenkop UKM telah menyusun empat fondasi utama untuk menopang ekosistem usaha bagi UMKM dan koperasi.

Fondasi pertama yaitu mendorong pelaku UMKM yang belum dapat mengakses pembiayaan perbankan. Hal tersebut dilakukan melalui dukungan dana dalam program Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) kepada 12,8 juta pelaku usaha.

Lalu memfasilitasi kebijakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada pelaku usaha kecil dan menengah yang hingga saat ini penyalurannya mencapai Rp279,17 triliun kepada 7,52 juta debitur.

"Kepada pelaku koperasi diberikan fasilitas pembiayaan bunga ringan tiga persen dengan realisasi di 2021 mencapai Rp1,64 triliun atau 102,6 persen dari target Rp1,6 triliun," kata Teten.

Fondasi kedua ialah perluasan pasar. Teten bilang, saat ini pelaku usaha yang telah terhubung dengan ekosistem digital mencapai 16,9 juta, tumbuh lebih dari 100 persen jika dibandingkan saat sebelum pandemi. Perluasan pasar itu juga diimplementasikan melalui belanja pemerintah ke sektor UMKM.

Di 2022 realisasinya mencapai Rp350 triliun, atau 79,1 persen dari target Rp442,43 triliun.

Fondasi ketiga yaitu mendorong UMKM untuk bermitra dengan usaha lain. Hal itu telah dilakukan dengan melibatkan sembilan perusahaan BUMN dan sejumlah perusahaan swasta. Harapannya, kapasitas UMKM akan menjadi lebih besar.

"Sedangkan fondasi keempat yakni pendataan, ini disinergikan dengan nomor induk usaha, BPUM, KUR, dan koperasi," pungkas Teten.

(DEV)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id