Waspadai Omicron, Pemerintah Terapkan Model Pengendalian Varian Delta

    Nia Deviyana - 30 November 2021 11:38 WIB
    Waspadai Omicron, Pemerintah Terapkan Model Pengendalian Varian Delta
    Ilustrasi varian baru covid-19 - - Foto: dok AFP



    Jakarta: Pemerintah Indonesia mulai mewaspadai penyebaran covid-19 varian baru B.1.1.529 atau omicron. Namun, model penanganan covid-19 varian delta akan menjadi rujukan pemerintah dalam menangani omicron.

    "Keberhasilan pemerintah mengendalikan varian delta dan terpeliharanya kedisiplinan protokol kesehatan dan kehati-hatian diharapkan akan menjadi bekal kuat dalam menghadapi ancaman baru, munculnya varian baru yaitu omicron covid-19," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam video conference, Senin, 29 November 2021.

     



    Pada awal Juli, pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang dilanjutkan dengan PPKM Level sesuai dengan hasil asesmen kasus covid-19.

    Saat itu, kegiatan perkantoran 100 persen work from home (WFH), kecuali sektor esensial yang boleh 50 persen dan sektor kritikal yang masih bisa 100 persen WFO dengan protokol ketat.

    Selanjutnya, kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring. Restoran dan tempat makan dibatasi 25 persen dari kapasitas, pembatasan operasional hingga pukul 17.00, dan layanan pesan antar bisa sampai pukul 20.00. Kegiatan mal dan pusat perbelanjaan pun dibatasi hingga pukul 17.00 dengan 25 persen pengunjung.

    Kegiatan konstruksi tetap dapat beroperasi 100 persen dengan penerapan protokol kesehatan lebih ketat. Kegiatan ibadah ditutup sementara. Kegiatan di area publik, kegiatan seni, budaya, sosial, dan kemasyarakatan, rapat seminar, dan pertemuan langsung masih dilarang. Sementara transportasi umum dapat beroperasi dengan pembatasan.

    Sementara untuk mencegah penyebaran Omicron kali ini pemerintah bergerak cepat dengan melarang masuk warga negara asing (WNA) yang memiliki riwayat perjalanan selama 14 hari terakhir ke-11 negara yaitu Afrika Selatan, Botswana, Lesotho, Eswatini, Mozambik, Malawi, Zambia, Zimbabwe, Anggola, Namibia, dan Hong Kong.

    Sementara itu, warga negara Indonesia (WNI) yang dalam 14 hari terakhir berkunjung atau datang dari 11 negara tersebut diperkenankan untuk kembali ke Indonesia. Ketentuan itu diikuti dengan keharusan menjalani masa karantina selama 14 hari.

    Selain itu, pemerintah juga memperpanjang durasi karantina bagi WNI dan WNA yang datang dari luar negeri yang sebelumnya tiga hari menjadi tujuh hari masa karantina. Kebijakan pengetatan pintu masuk itu berlaku mulai 29 November 2021 pukul 00.00 waktu Indonesia.


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id