Enam Lapangan Usaha Berpotensi Kena Dampak Terparah Pandemi

    Husen Miftahudin - 26 Juni 2020 14:14 WIB
    Enam Lapangan Usaha Berpotensi Kena Dampak Terparah Pandemi
    Ilustrasi lapangan usaha terdampak covid-19 - - Foto: Medcom
    Jakarta: The Smeru Research Institute menyatakan krisis ekonomi yang dipicu pandemi virus korona (covid-19) memengaruhi situasi ketenagakerjaan di Indonesia. Sejumlah tenaga kerja terpaksa dirumahkan dan mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat terganggunya kegiatan operasional perusahaan.

    Penelitian bersama yang dilakukan para peneliti Muhammad Adi Rahman, Ahmad Zuhdi Dwi Kusuma, dan Hafiz Arfyanto menemukan adanya enam lapangan usaha yang berpotensi terdampak cukup parah akibat gempuran pandemi.

    Di antaranya lapangan usaha penyedia akomodasi, makanan dan minuman; perdagangan; transportasi dan pergudangan; konstruksi; industri pengolahan; serta jasa lainnya.

    "Berdasarkan data Sakernas (Survei Angkatan Kerja Nasional) dan Susenas (Survei Sosial Ekonomi Nasional) 2019, enam lapangan usaha tersebut didominasi oleh tenaga kerja dari kelompok ekonomi menengah yang mayoritas merupakan lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA)," ungkap penelitian tersebut yang dikutip Medcom.id, Jumat, 26 Juni 2020.

    Jika dilihat dari status pekerjanya, sektor penyedia akomodasi, makanan dan minuman; perdagangan; serta transportasi dan pergudangan didominasi oleh pekerja informal. Sementara tiga sektor lainnya didominasi oleh pekerja formal.

    Status formal/informal berpengaruh terhadap cara tenaga kerja beradaptasi dengan situasi krisis dan pendekatan intervensi kebijakan penanggulangan pengangguran. Sebagai contoh, pekerja sektor informal lebih mudah mengubah jenis usaha (fleksibel) tergantung pada kondisi perekonomian daripada pekerja formal.

    Namun, pekerja informal memiliki akses yang terbatas terhadap program perlindungan sosial dan program pemerintah lainnya. Sebagai contoh, program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dirancang untuk menanggulangi dampak krisis covid-19 baru menyasar sektor formal.

    "Oleh sebab itu, perlu juga kebijakan dan program penanggulangan krisis yang menargetkan pekerja di sektor informal," tutur hasil penelitian tersebut.

    Berdasarkan karakteristik tenaga kerja dari jenis kelamin, krisis covid-19 ini juga berpotensi menekan tingkat partisipasi kerja perempuan. Khususnya di sektor jasa lainnya serta penyedia akomodasi, makanan dan minuman.

    " Hal ini dapat terjadi karena proporsi perempuan yang bekerja di sektor jasa lainnya dan penyedia akomodasi, makanan dan minuman lebih besar daripada laki-laki. Sehingga peluang perempuan di-PHK atau dirumahkan pun cukup besar," tutup penelitian tersebut.  


    (Des)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id