Realisasi Stimulus Tarif Listrik Capai Rp8,4 Triliun

    Suci Sedya Utami - 25 September 2020 12:41 WIB
    Realisasi Stimulus Tarif Listrik Capai Rp8,4 Triliun
    Ilustrasi keringanan tagihan listrik - - Foto: Antara/ Jojon
    Jakarta: PT PLN (Persero) menyatakan realisasi serapan stimulus keringanan tarif listrik mencapai Rp8,4 triliun. Stimulus tersebut diberikan oleh pemerintah kepada pelanggan PLN yang terdampak pandemi covid-19.

    Direktur Human Capital and Management PLN Syofvi Felienty Roekman mengatakan serapan tersebut mencapai 56 persen dari pagu stimulus  yang sebesar Rp15 triliun hingga Desember 2020.

    "Hingga September, jumlah stimulus covid-19 yang telah dikeluarkan mencapai Rp8,4 triliun," kata Syofvi, Jumat, 25 September 2020.
     
    Stimulus bantuan keringan tarif listrik diberikan untuk kurang lebih 24,16 juta pelanggan rumah tangga golongan 450 volt ampere (VA). Keringanan itu berupa diskon 100 persen atau dibebaskan dari tagihan listrik serta untuk 7,72 juta pelanggan rumah tangga golongan 900 VA subsidi yang diberikan diskon 50 persen.

    Awalnya bantuan keringanan ini diberikan untuk periode April-Juni. Namun pemerintah memperpanjang stimulus tersebut hingga Desember 2020. Besaran tambahan subsidi selama sembilan bulan untuk program ini diperkirakan sebesar Rp12,18 triliun.


    Kemudian bantuan diskon listrik 100 persen untuk pelanggan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) baik golongan bisnis maupun industri dengan daya listrik 450 VA. Setidaknya ada 501 ribu pelanggan bisnis dan 433 pelanggan industri jenis tersebut. Bantuan ini awalnya diberikan selama enam bulan dari Mei hingga Oktober, dan diperpanjang hingga Desember. Perkiraan besaran tambahan subsidi untuk bantuan ini sebesar Rp151 miliar.

    Selanjutnya pembebasan rekening minimum bagi pelanggan sosial, bisnis, industri dan layanan khusus dengan daya di atas 1.300 VA. Pelanggan-pelanggan jenis tersebut dibebaskan dari biaya minimum dengan perhitungan penggunaan 40 jam nyala sehingga pelanggan hanya membayarkan penggunaan riilnya.

    Stimulus berupa pembebasan biaya beban (abodemen) juga diberikan bagi pelanggan jenis tersebut dengan daya di bawah 900 VA. Bantuan keringanan ini diberikan selama enam bulan sejak Juli-Desember. Untuk jumlah pelanggan dalam bantuan ini mencapai 1,26 juta dengan perkiraan besaran tambahan subsidi sebesar Rp3,07 triliun.


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id