Teten Dorong Koperasi Pangan Memperbesar Skala Bisnis

    Ilham wibowo - 20 Juli 2020 10:59 WIB
    Teten Dorong Koperasi Pangan Memperbesar Skala Bisnis
    Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. Foto : Medcom.id.
    Jakarta: Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mendorong pengelola koperasi pangan bisa segera meningkatkan skala bisnis. Alternatif pembiayaan bagi koperasi pangan yang mengalami masalah likuiditas akan dihadirkan.

    “Ada skema pembiayaan talangan karena semua ritel atau juga non-ritel itu tidak bisa cash karena konsinyasi 14 hari. Jadi saya kira kebutuhan-kebutuhan ini nanti akan kita selesaikan supaya betul-betul koperasi bisa tumbuh besar,” kata Teten melalui keterangan tertulisnya, Senin, 20 Juli 2020.

    Teten mencontohkan pengembang koperasi Gapoktan Tani Mulus di Desa Mundakjaya, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat yang saat ini mengolah lahan pertanian seluas 278 ha dengan dukungan modal dari pinjaman kredit usaha rakyat (KUR). Mulai 2020, koperasi pangan ini menargetkan penambahan lahan garapan seluas 10 ribu ha.

    “Kalau produksinya dalam skala bisnis dia bisa mendapatkan market yang stabil, juga mendapatkan skema pembiayaan baik pembiayaan modal kerja untuk produksi, maupun investasi untuk pembangunan rice milling unit dan pengolahan hasil padinya,” paparnya.

    Teten mengatakan koperasi bisa tumbuh besar karena didukung dengan skema pembiayaan yang terhubung dengan market. Pengelola koperasi yang memanfaatkan teknologi digital juga memudahkan proses penjualan barang.

     “Banyak petani yang menjual hasil panennya itu langsung ke pasar. Biasanya seperti itu petaninya tidak terlindungi. Kalau nanti ini dalam bentuk koperasi, koperasi jadi offtaker yang beli dari hasil panen petani lalu koperasi juga mengarahkan petani tanam,” tuturnya.

    Konsep korporatisasi petani, kata Teten, kehadiran koperasi akan melindungi petani dari permainan harga. Gabah petani juga bisa dikelola penjualannya agar tak langsung jatuh di musim panen.

    “Kalau koperasi juga bisa memberikan dana talangan juga ketika petani membutuhkan di saat panen raya itu juga bisa menahan penjualan padi di panen raya ketika harga jatuh,” ucapnya.


    (SAW)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id