Vaksinasi Covid-19 Jadi Pendorong Aktivitas Bisnis di Indonesia

    Angga Bratadharma - 09 April 2021 09:02 WIB
    Vaksinasi Covid-19 Jadi Pendorong Aktivitas Bisnis di Indonesia
    Ilustrasi. FOTO: Medcom.id



    Jakarta: Kondisi pandemi covid-19 yang berkepanjangan menjadi tantangan bagi para pelaku usaha mengingat tekanan terhadap bisnis teramat besar. Adapun upaya pemulihan ekonomi yang dilakukan pemerintah diharap bisa meminimalisir efek negatif dari penyebaran virus mematikan itu dan membangkitkan kembali laju perekonomian.

    President Director PT Teguh Bina Karya Juanto Salim mengatakan membaiknya penanganan pandemi covid-19 dan adanya vaksinasi akan mendorong masyarakat untuk kembali produktif. Hal ini tentu saja akan sangat berpengaruh pada peningkatan sektor properti di tahun ini.






    "Selama pandemi, pola hidup masyarakat banyak mengalami perubahan. Untuk meminimalisir penularan covid-19, banyak orang harus tetap tinggal dan beraktivitas dari rumah. Namun dengan adanya vaksinasi, ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan sektor properti,” ujarnya, dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 9 April 2021.

    Juanto optimistis permintaan hunian akan kembali meningkat seiring dengan membaiknya daya beli masyarakat. Menurutnya, tumbuhnya pasar properti di tahun ini juga tidak lepas dari peran pemerintah yang terus memberikan stimulus dan insentif bagi sektor properti. Salah satunya adalah kebijakan Bank Indonesia (BI) 7-Days Reverse Repo Rate.

    Selain itu, Juanto menambahkan, melalui Kementerian Keuangan pemerintah juga telah mengeluarkan kebijakan gratis Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dengan jumlah pajak yang ditanggung pemerintah sebesar 100 persen untuk pembelian rumah tapak dan rumah susun dengan harga jual maksimal Rp2 miliar per unit.

    Namun, kebijakan tersebut hanya berlaku untuk berlaku untuk rumah tapak dan rumah susun baru siap huni. "Kami optimistis kebijakan yang dikeluarkan ini akan menggairahkan industri properti Tanah Air. Ini kan bagaimana pemerintah mendorong supaya orang-orang mau berinvestasi," kata Juanto.

    Lebih lanjut, Juanto mengatakan, meskipun tidak bisa ikut berpartisipasi dalam kebijakan tersebut karena masih dalam proses pembangunan, namun The MAJ Residences Bekasi telah menyiapkan insentif khusus bagi para konsumennya sebagai bentuk dukungan terhadap stimulus yang diberikan oleh pemerintah.

    “Sekarang proyek kami masih dalam tahap pembangunan, masih pengerjaan bor piling. Tapi, kita tetap dukung penuh kebijakan pemerintah ini," ungkap Juanto.

    Hingga Kamis, 8 April 2021, jumlah masyarakat Indonesia yang disuntik vaksin covid-19 terus meningkat. Sebanyak 13.975.000 dosis vaksin pertama dan kedua telah diterima warga. "Jumlah yang disuntik dosis pertama bertambah 122.052 orang. Total jadi 9.309.809 orang," tulis data yang tertera pada laman resmi Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19.
     
    Sementara itu, penyuntikan dosis kedua lebih sedikit dibandingkan dengan dosis pertama. Sebanyak 177.611 mendapatkan penyuntikan vaksin covid-19 dosis kedua. "Total yang sudah disuntik vaksin covid-19 dosis kedua sebanyak 4.665.191 orang," bunyi keterangan tersebut.
     
    Indonesia menargetkan penyuntikan vaksin covid-19 untuk 181,5 juta jiwa. Program ini diawali penyuntikan kelompok prioritas pertama, yakni tenaga kesehatan dengan total sasaran 1.468.764 orang. Sasaran kedua ialah petugas pelayanan publik dan masyarakat lanjut usia (lansia). Pemerintah menargetkan 40.349.051 orang menerima vaksin hingga Juni 2021.
     
    Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan tren penyuntikan vaksin covid-19 kembali ditingkatkan pada Mei 2021. Pada April 2021, vaksinasi terhambat imbas embargo vaksin dari India. "Pada Mei (2021) kita harus akselerasi penyuntikan dosis," kata juru bicara vaksinasi covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi.
     
    Menurut Nadia, target penyuntikan vaksin Mei 2021 akan disesuaikan dengan jumlah stok yang tersedia. Rencananya, 16 juta vaksin yang diproduksi PT Bio Farma segera tersedia. Vaksin buatan PT Bio Farma berasal dari bulk vaksin CoronaVac buatan Sinovac Biotech. Bahan baku pembuatan vaksin itu didatangkan pada Kamis, 26 Maret 2021.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id