Sederet Keuntungan yang Diperoleh RI dari Perjanjian Dagang dengan Mozambik

    Nia Deviyana - 18 Februari 2021 08:53 WIB
    Sederet Keuntungan yang Diperoleh RI dari Perjanjian Dagang dengan Mozambik
    Ilustrasi. Foto: Medcom.id



    Bandung: Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mengatakan Indonesia menikmati keuntungan berlipat dari perjanjian perdagangan dengan Mozambik. Hal ini disampaikan Jerry saat  membuka acara bertajuk Sosialisasi Perjanjian Perdagangan Indonesia-Mozambique Preferential Trade Agreement (PTA) di Bandung, Jawa Barat.

    Keuntungan pertama dari perjanjian itu, dikatakan Jerry adalah perluasan pasar. Selain memanfaatkan pasar Mozambik itu sendiri, Mozambik juga bisa menjadi pintu masuk bagi pasar produk Indonesia di kawasan Afrika bagian selatan dan tengah.  






    Adapun Mozambik mempunyai penduduk sekitar 30,37 juta jiwa. Mozambik juga terus berkembang secara ekonomi dan didukung kondisi politik yang relatif stabil.

    "Peluang pasarnya besar sekali. Bukan hanya di Mozambik itu sendiri, tetapi diharapkan akan meluas juga ke negara-negara di sekitarnya. Jadi, ini semacam pintu masuk. Jika memungkinkan, di masa yang akan datang kita juga bisa membuka perjanjian dengan negara sekitar Mozambik," ungkap Jerry melalui keterangan tertulis yang dikutip Medcom.id, Kamis, 18 Februari 2021.

    Keuntungan kedua, menurut Jerry, adalah memperluas kemungkinan untuk mendapatkan bahan baku  industri. Dalam industri pemintalan dan tekstil, misalnya, Indonesia  bisa memanfaatkan pasokan kapas dari Mozambik. Dengan  demikian,  Indonesia  tidak lagi hanya bergantung pada pasokan kapas dari  negara-negara pemasok tradisional seperti Republik Rakyat  Tiongkok dan Amerika Serikat.  

    Jerry menilai negara-negara pemasok bahan baku alternatif ini juga merupakan bagian penting strategi perdagangan dan ekonomi Indonesia.

    "Intinya, dalam  perdagangan perlu ada keseimbangan hubungan. Jangan sampai kita terlalu bergantung, baik dari segi pasar maupun  pemasok bahan baku. Akan sangat baik jika dalam perdagangan internasional makin terbuka, sehingga fair trade sebagai bagian dari free trade akan terwujud," paparnya.

    Bandung  dipilih menjadi salah satu  tempat sosialisasi karena potensi kota tersebut dengan banyaknya industri farmasi, tekstil, alas kaki, dan industri kreatif lainnya. Jerry berharap para pengusaha, termasuk  yang beroperasi di Bandung memanfaatkan secara optimal Indonesia-Mozambique PTA.

    Untuk 2020, Indonesia mencatatkan surplus perdagangan nonmigas sebesar USD48,57juta terhadap Mozambik. Ekspor nonmigas Indonesia ke Mozambik tercatat sebesar USD 58,91 juta dan  impor  Indonesia dari Mozambik sebesar USD10,34 juta.

    Total  perdagangan  nonmigas Indonesia dan Mozambik pada 2020 tercatat sebesar USD69,26 juta dengan tren 15,97 persen selama lima tahun terakhir (2016–2020).

    Produk  utama  ekspor Indonesia ke Mozambik selama ini didominasi  oleh  produk kelapa  sawit, asam  lemak,  sabun, dan  kertas. Di masa yang akan datang diharapkan  makin  banyak  diversifikasi produk Indonesia ke Mozambik.

    Beberapa  jenis  komoditasyang disasar adalah produk farmasi, alas kaki, furnitur, dan otomotif. Untuk produk farmasi misalnya, Indonesia menikmati keuntungan bea masuk yang sebelumnya 40 persen menjadi 0 persen.

    Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Ditjen Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag, Moga Simatupang memaparkan berbagai keuntungan dan peluang   yang bisa dimanfaatkan dari Indonesia-Mozambique PTA.  

    Menggarap  pasar seperti di Afrika ini, menurut Moga, sangat penting mengingat share ekspor  Indonesia ke Afrika baru 2,1 persen dari keseluruhan ekspor Indonesia. Banyak negara di Afrika juga terus  berkembang dan kondisi politiknya makin baik.  

    Artinya, jika pasar ini digarap serius, akan berkontribusi sangat besar bagi kinerja ekspor, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat di Indonesia.

    Dalam  acara  sosialisasi  tersebut, turut hadir perwakilan anggota Komisi VI DPR RI yaitu  Herman Khaeron dan Mukhtarudin. Keduanya mengapresiasi ditandatanganinya Indonesia-Mozambique PTA dan berkomitmen untuk menyelesaikan pembahasan di DPR sehingga PTA tersebut dapat segera diratifikasi.  

    Senada dengan  Jerry, anggota Dewan juga melihat pasar Afrika sebagai pasar baru yang  sangat potensial, dan lewat Mozambik inilah akses pasar ke Afrika berpeluang terbuka lebar.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id