Meski Tak Capai Target di 2020, Investasi EBT di 2021 Dibuat Lebih Tinggi

    Suci Sedya Utami - 14 Januari 2021 19:38 WIB
    Meski Tak Capai Target di 2020, Investasi EBT di 2021 Dibuat Lebih Tinggi
    Ilustrasi EBT. Foto: AFP
    Jakarta: Realisasi investasi di sektor energi baru terbarukan sepanjang 2020 tidak mencapai target. Capaiannya hingga akhir tahun sebesar USD1,36 miliar atau sekitar 70 persen dari target USD5,02 miliar.

    Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dadan Kusdiana mengatakan tidak tercapainya target tersebut lantaran beberapa proyek pembangkit EBT terpaksa mundur akibat pandemi covid-19.

    "Tapi saya kira ini cukup baik ya di tengah kondisi pandemi. Memang di awal kita menargetkan bisa mencapai USD5,02 miliar," kata Dadan dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, 14 Januari 2021.

    Kendati tidak terserap sesuai target, namun tambahan kapasitas pembangkit EBT yang beroperasi tahun lalu sebesar 176 megawatt (MW). Tambahan tersebut berasal dari pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Poso 66 MW, pembangit listrik tenaga biomassa (PLTBm) Merauke 3,5 MW, pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTM) 12,1 MW, dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap 13,4 MW.

    "Dengan tambahan kapasitas tersebut maka di 2020 kapasitas terpasang pembangkit EBT mencapai 10,4 ribu MW," ujar Dadan.

    Kendati demikian, untuk 2021, Dadan bilang ada peningkatan target investasi menjadi USD2,05 miliar. Peningkatan ini seiring dengan target penambahan kapasitas pembangkit hijau yang ditetapkan 905,73 MW, sehingga kapasitas pembangkit energi terbarukan ditargetkan naik menjadi 11.373 MW hingga akhir 2021.

    Penambahan ini juga yang terbesar sejak 2016. Tambahan kapasitas pembangkit energi terbarukan tercatat hanya sebesar 490 MW di 2016, 393 MW di 2017, 409 MW di 2018, 503 MW di 2019, dan 176 MW di tahun lalu

    Dadan optimistis investasi bisa meningkat dengan banyaknya proyek pembangkit energi surya dan bayu yang ditargetkan beroperasi. Akan ada tambahan pembangkit energi terbarukan yang beroperasi di tahun ini sebesar 905,73 MW, yakni pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) 196 MW, PLTA 557,93 MW, PLTS 138,8 MW, dan pembangkit listrik tenaga bioenergi 13 MW.

    Lebih lanjut, ia menambahkan target investasi energi terbarukan tahun ini menjadi yang tertinggi sejak 2016. Kementerian ESDM mencatat, di 2016, realisasi investasi energi terbarukan hanya mencapai USD1,5 miliar. Kemudian investasi ini naik menjadi USD1,96 miliar di 2017, lalu kembali turun ke USD1,53 miliar di 2018. Berikutnya investasi sektor energi hijau ini kembali naik ke USD1,71 miliar di 2019 dan turun ke USD1,36 miliar di tahun lalu.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id