Tangkap 5 Kapal Asing Ilegal di Laut Natuna, KKP: Pencuri Incar Komoditas Cumi

    Suci Sedya Utami - 13 April 2021 13:09 WIB
    Tangkap 5 Kapal Asing Ilegal di Laut Natuna, KKP: Pencuri Incar Komoditas Cumi
    Ilustrasi. Foto: Dok. KKP.



    Kepri: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat telah melakukan proses hukum terhadap 72 kapal pencuri ikan (illegal fishing) hingga April 2021. Terbaru, Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP menangkap lima kapal ikan asing ilegal berbendera Vietnam di Laut Natuna Utara.

    Penangkapan lima kapal ikan asing ilegal ini menambah catatan penangkapan pelaku pencurian ikan berbendera Vietnam di laut Indonesia, menjadi tujuh kapal. Sisanya lima kapal berbendera Malaysia, dan 60 kapal berbendera Indonesia. Sedikit berbeda dalam targetnya, para pencuri ikan Vietnam ini mengincar cumi sebagai komoditas sasaran.






    "Operasi Kapal Pengawas Perikanan di bawah komando Direktorat Pemantauan dan Operasi Armada, Ditjen PSDKP yang terdiri dari Hiu Macan Tutul 1, Hiu Macan Tutul 2, Hiu 11, serta Orca 3 di Perairan Laut Natuna Utara berhasil mengamankan lima kapal ilegal berbendera Vietnam," kata Sekretaris Jenderal KKP yang juga Plt. Direktur Jenderal PSDKP Antam Novambar, dilansir dari laman resmi KKP, Selasa, 13 April 2021.

    Antam menuturkan para pelaku pencurian ikan ini sempat melakukan perlawanan dengan cara melarikan diri dari kejaran aparat, namun akhirnya berhasil dilumpuhkan. Kelima kapal tersebut antara lain KM. BD 93277 (28,6 GT), KM. BD 30925 TS (27 GT), KM. BD 30135 TS (23 GT), KM. BV 99689 TS (27 GT), dan KM. BV 78409 (27 GT). Selain barang bukti berupa kapal, aparat turut mengamankan 28 awak kapal yang semuanya berkewarganegaraan Vietnam.

    "Saya memastikan proses hukum akan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku," tegas Antam.

    Sementara itu, Direktur Pemantauan dan Operasi Armada Pung Nugroho Saksono menyampaikan bahwa alat tangkap yang digunakan kelima kapal tersebut berupa jaring cumi. Hal ini berbeda dengan yang biasa digunakan oleh kapal Vietnam sebelumnya, yakni trawl yang menarget ikan-ikan dasar (demersal).

    "Ini modus operandi yang relatif baru, mereka mengincar komoditas cumi di perairan kita," terang Pung.

    Ipunk menegaskan pengungkapan modus baru ini menunjukkan bahwa para pencuri ikan di laut Indonesia memang mengincar sumber daya ikan Indonesia. Oleh sebab itu, pihaknya akan semakin memperketat pengawasan di wilayah-wilayah perbatasan.

    "Kami perkuat pengawasan di Laut Natuna Utara, Selat Malaka, dan Utara Laut Sulawesi," jelas Pung.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id