Budikdamber, Budi Daya Ikan dan Sayuran Manfaatkan Lahan Tidur di Kali Sunter

    Al Abrar - 17 November 2020 18:52 WIB
    Budikdamber, Budi Daya Ikan dan Sayuran Manfaatkan Lahan Tidur di Kali Sunter
    Sandiaga Uno memberikan bantuan pelatihan pengelolaan budi daya ikan dan sayuran
    Jakarta: Kelompok Tani Hutan Rumah Kaum Jayakarta memanfaatkan lahan tidur di bantaran Kali Sunter. Mereka membudidayakan aneka sayuran, perikanan, maupun tanaman obat keluarga. 

    Didi Suprijadi anggota Kelompok Tani Hutan Rumah Kaum Jayakarta ini mengatakan awal didirikannya kelompok tersebut hanya membersihkan sampah sisa daun yang berserakan dan mengangkutnya ke dalam mesin pengolah pupuk. Sisa sampah daun itu dijadikan pupuk kompos.

    Dari bank sampah, itu kelompok tani yang berisikan anak muda ini mulai merambah kegiatan pertanian dan perikanan untuk menarik minat warga agar lebih peduli lingkungan.

    Memanfaatkan lahan tidur di bantaran Kali Sunter, mereka mulai melakukan budidaya aneka sayuran, perikanan, maupun tanaman obat keluarga. 

    "Kami kelola secara swadaya, hasilnya kami berikan gratis untuk warga yang membutuhkan," kata Didi.

    Baca: Kadin Perkuat Ketahanan Pangan Usai Pandemi Covid-19

    Upaya melestarikan lingkungan bagi Didi bukan tanpa hambatan, keterbatasan modal dan minimnya sarana yang dimiliki masih jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan kelompok maupun untuk warga sekitar.

    Didi berharap, kegiatan yang dilakukan ini dapat memberikan manfaat kepada masyarakat yang daya belinya menurun akibat dampak covid-19.

    "Kami coba semampunya walaupun gerak perlahan untuk pengelolaannya," tutur Didi.

    Mendukung program tersebut, Relawan Indonesia Bersatu berinisiatif menyokong kegiatan pemberdayaan masyarakat dengan memberikan 100 unit budikdamber, 10 ribu ekor bibit lele, sembilan indukan lele jenis Sangkuriang, 400 Kg pakan, lima kg bibit kangkung, dan lima kg bibit bayam.

    Ketua Relawan Indonesia Bersatu Sandiaga Uno mengatakan gagasan urban farming dengan konsep ekosistem terpadu budi daya ikan yang terintegrasi dengan sistem produksi sayuran merupakan inovasi yang memberikan dampak besar bagi keberlangsungan hidup.

    "Metode budikdamber sangat cocok diterapkan untuk meningkatkan kemandirian pangan yang dilakukan warga," ujar Sandiaga Uno.

    Selain manfaat ekonomi, Sandi berharap kegiatan ini dapat menguatkan rasa kebersamaan dan menciptakan budaya gotong royong dalam lingkungan tempat tinggal melalui kelompok tani dan usaha UMKM.

    "Semoga ekonomi bisa bangkit dan bisa membuka lapangan kerja seluas-luasnya, sehingga kita bisa bangkit,” jelasnya.

    Relawan Indonesia Bersatu juga memberikan bantuan pelatihan pengelolaan budi daya pangan dari pakar pertanian, sehingga diharapkan masyarakat penerima bantuan memiliki keahlian untuk menjalankannya secara mandiri dan berkelanjutan.

    Untuk mendukung keberlangsungan bank sampah yang dikelola Kelompok Tani Hutan Rumah Kaum Jayakarta, RIB memberikan bantuan mesin pencacah sampah. 

    Sebanyak 200 paket bantuan sosial juga diberikan kepada warga. Penerima bantuan adalah warga yang tinggal di bantaran sungai Sunter yang sebagian besar berprofesi sebagai buruh harian lepas dan tukang ojek tersebut.

    "Semoga usaha kemandirian pangan hasil swadaya warga, dapat berperan dalam membangun perekonomian nasional, termasuk pengembangan usaha berbasis potensi daerah dan berorientasi pasar," ujar Sandi.

    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id