Erick Thohir Minta Bio Farma Pacu Kapasitas Produksi Vaksin Covid-19

    Suci Sedya Utami - 07 Januari 2021 18:52 WIB
    Erick Thohir Minta Bio Farma Pacu Kapasitas Produksi Vaksin Covid-19
    Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Foto : Kementerian BUMN.
    Jakarta: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meminta PT Bio Farma (Persero) untuk meningkatkan kemampuan dan memacu kesiapan kapasitas produksi untuk mendukung program vaksinasi covid-19.

    Dalam kunjungannya ke kantor pusat Biofarma di Bandung, Jawa Barat, Erick menekankan peran kuat Bio Farma untuk tetap solid, sebab seluruh masyarakat Indonesia menaruh harapan tinggi agar program vaksinasi nasional ini berlangsung sukses.

    "Saya perintahkan kepada Bio Farma yang memiliki peran strategis dalam mendukung program vaksinasi covid-19 ini untuk terus memperkuat persiapan kapasitas produksi vaksin, penanganan cold chain, dan juga distribusi," kata Erick, Kamis, 7 Januari 2021.

    Saat ini Bio Farma telah meningkatkan kapasitas produksi dari 100 juta dosis menjadi 250 juta dosis setiap tahunnya. Bio Farma juga telah mendapatkan sertifikat cara pembuatan obat yang baik (CPOB) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk memproduksi, menyimpan dan mengawasi mutu 100 juta vaksin tersebut.

    "Agar makin optimal, kami terus mendorong agar sertifikasi CPOB untuk tambahan kapasitas produksi 150 juta dosis bisa segera didapatkan," tutur Erick.

    Bio Farma telah mendapatkan penugasan dari pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kesehatan untuk penyediaan vaksin selama 2020-2022.

    Hingga kini, pemerintah telah melakukan pemesanan atau firm order 329,5 juta dosis vaksin covid-19 dari berbagai perusahaan farmasi internasional dan melalui COVAX Facility. Holding BUMN farmasi ini juga akan berperan penting dalam uji klinik dan produksi vaksin merah putih.

    Selain itu, Bio Farma juga menyiapkan kapasitas untuk memproduksi 100 juta dosis vaksin covid-19 multiplatform per tahun untuk Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI), yang kemudian akan didistribusikan untuk berbagai negara di dunia. Produksi ini ditargetkan mulai akhir kuartal IV-2021 atau kuartal I-2022.

    “Saya meminta tim Bio Farma solid dan memberikan totalitas untuk mendukung program vaksinasi ini. Kami berharap usaha-usaha maksimal yang dilakukan BUMN dapat mempercepat terwujudnya Kesehatan Pulih, Ekonomi Bangkit," pungkas dia.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id