Paket Fantastis Rp27 Ribu Triliun

    Angga Bratadharma - 17 Maret 2021 11:12 WIB
    Paket Fantastis Rp27 Ribu Triliun
    Presiden Amerika Serikat Joe Biden. FOTO: AFP



    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Joe Biden akhirnya resmi menekan paket bantuan tambahan covid-19 senilai USD1,9 triliun atau setara Rp27.045 triliun (kurs Rp14.234). Disetujuinya paket tersebut -yang penuh perjuangan di DPR AS dan Senat AS- menjadi kemenangan pertama Biden saat menjabat sebagai orang nomor satu di Gedung Putih.

    Biden menyebut Undang-Undang (UU) Paket Bantuan Covid-19 senilai USD1,9 triliun sebagai UU bersejarah dengan dukungan luar biasa dari orang Amerika. Biden mengatakan bahwa UU itu akan membantu membangun kembali tulang punggung perekonomian Amerika Serikat dan mengakselerasi pemulihan usai terhantam pandemi covid-19.






    Undang-undang tersebut, yang dikenal sebagai American Rescue Plan Act of 2021, mencakup putaran baru bantuan langsung hingga USD1.400 untuk sebagian besar orang Amerika, USD350 miliar untuk pemerintah negara bagian dan lokal, serta pendanaan untuk memerangi pandemi secara langsung.
     
    Ini juga memperpanjang tunjangan pengangguran federal mingguan USD300 tambahan hingga September. Paket bantuan yang diusulkan Joe Biden diharapkan bisa maksimal memulihkan perekonomian AS dan membantu mereka yang paling terdampak oleh pandemi covid-19.

    Biden dan Menteri Keuangan Janet Yellen berpendapat tindakan berani diperlukan untuk mendukung pemulihan ekonomi dan menghindari luka berkepanjangan. Namun, beberapa ekonom telah memperingatkan paket bantuan baru mungkin terlalu besar, dan dapat membawa risiko, seperti memicu tekanan inflasi, dan merusak stabilitas keuangan global.

    Disahkannya paket dengan jumlah fantastis itu diharapkan bisa membantu upaya pemerintah dan bank sentral AS dalam memulihkan perekonomian, termasuk meningkatkan kemampuan stimulus yang sudah diluncurkan sebelumnya. Tak hanya itu, paket tersebut turut memberikan sentimen positif, terutama berdampak langsung terhadap bursa Wall Street.

    Usai diteken Biden, indeks Dow Jones Industrial Average naik sebanyak 188,57 poin atau 0,58 persen menjadi 32.485,59. Sedangkan indeks S&P 500 bertambah 40,53 poin, atau 1,04 persen menjadi 3.939,34. Indeks Komposit Nasdaq melonjak 329,84 poin atau 2,52 persen menjadi 13.398,67.
     
    Sebanyak delapan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di area hijau, dengan sektor teknologi naik sebanyak 2,12 persen, memimpin kenaikan. Sementara itu, sektor keuangan tergelincir sebanyak 0,28 persen, menjadi grup berkinerja terburuk.

    Membaik

    Disahkannya paket jumbo itu juga memberikan efek positif terhadap sentimen pelaku pasar terkait upaya pemulihan ekonomi. Membaiknya pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat mulai terlihat dari terus naiknya imbal hasil obligasi AS. Menteri Keuangan AS Janet Yellen menekankan terus naiknya imbal hasil obligasi AS merupakan sinyal pemulihan ekonomi.

    Namun, kenaikan imbal hasil obligasi memiliki efek negatif di tempat lain, misalnya, di bursa saham. Sedangkan emas dunia dan USD menikmati kenaikan tersebut. Sementara di Indonesia, kenaikan imbal hasil obligasi AS menjadi katalis negatif. Para investor saham di Tanah Air pun terus mencermati pergerakannya.

     

    Halaman Selanjutnya
    Terlepas dari itu, Mirae Asset…


    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id