Dilema Mudik: Ekonomi dan Covid-19

    Angga Bratadharma - 05 April 2021 11:14 WIB
    Dilema Mudik: Ekonomi dan Covid-19
    Ilustrasi. FOTO: MI/Duta



    RAMADAN tinggal menghitung hari. Dengan kata lain, ini kali kedua Ramadan berlangsung di tengah pandemi covid-19. Masyarakat terutama umat Islam bersiap dengan sangat gembira menyambut bulan suci tersebut. Ada yang mulai memperbanyak puasa sunah sebelum datang bulan suci Ramadan hingga para pelaku usaha menggenjot produksi guna memenuhi kebutuhan.

    Bulan suci Ramadan memang membawa banyak keberkahan. Dari sisi ekonomi, misalnya, biasanya aktivitas bisnis kian menggeliat. Para pelaku usaha dadakan pun sering bermunculan seperti berjualan makanan atau takjil. Tak hanya itu, para penjual baju Muslim marak bertebaran. Dengan dorongan teknologi, tentu aktivitas bisnis saat Ramadan bakal semarak.






    Meski demikian, semuanya harus tetap menyadari satu hal penting yakni pandemi covid-19 belum berakhir. Artinya, semua aktivitas harus tetap dengan mengedepankan protokol kesehatan, seperti memakai masker, sering mencuci tangan, menjaga jarak, hingga tidak berkerumun. Disiplin protokol kesehatan sangat penting demi memutus mata rantai covid-19.

    Sementara itu, data resmi Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mencatat, kasus positif covid-19 di Indonesia bertambah sebanyak 6.731 kasus baru pada Minggu, 4 April 2021. Total ada 1.534.255 kasus covid-19 terkonfirmasi di Indonesia. Pasien yang dinyatakan sembuh dari covid-19 bertambah 9.663. Total jumlah pasien sembuh menjadi 1.375.877 orang.

    Kemudian pasien meninggal bertambah 427 orang. Total 41.669 orang di Indonesia meninggal akibat virus tersebut. Total kasus suspek di Indonesia mencapai 62.290. Sebanyak 36.490 spesimen covid-19 diperiksa per hari ini
     
    Dilema Mudik: Ekonomi dan Covid-19

    Sedangkan penyebaran covid-19 di Indonesia membuat kasus aktif berada di angka 116.709 atau turun 3.359 dibandingkan dengan hari sebelumnya. Virus berbahaya ini terkonfirmasi menyerang warga Indonesia sejak 2 Maret 2020.
     
    Sebelumnya, juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan kasus aktif nasional naik 2,3 persen dalam sepekan. Dari 38.783 menjadi 40.728 kasus per minggu ini. Terdapat lima provinsi dengan kenaikan kasus tertinggi per minggu ini. Di antaranya, Jakarta yang naik dari 9.561 menjadi 10.602 kasus dan Banten dari 1.934 menjadi 2.459 kasus.

    Mudik

    Ramadan di Indonesia sangat identik dengan mudik saat Lebaran. Budaya Lebaran tidak bisa dipisahkan dan sudah menjadi budaya di Indonesia berpuluh-puluh tahun lamanya. Bahkan, budaya Lebaran menjadi 'harapan' pemerintah untuk bisa mendongkrak aktivitas konsumsi masyarakat yang nantinya berimbas terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

    Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat konsumsi rumah tangga di 2020 mengalami pertumbuhan minus 2,63 persen. Sedangkan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah mengupayakan agar konsumsi rumah tangga bisa tumbuh positif di kisaran 1,3-1,8 persen di kuartal I-2021.
     



    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id