Memacu Stimulus Moneter Demi Pemulihan Ekonomi

    Angga Bratadharma - 24 November 2020 14:19 WIB
    Memacu Stimulus Moneter Demi Pemulihan Ekonomi
    Gedung Bank Indonesia. FOTO: MI/SUSANTO
    BANK Indonesia resmi kembali memangkas suku bunga acuan atau BI 7 Days Reverse Repo Rate sebanyak 25 basis poin menjadi di level 3,75 persen pada November 2020. Penurunan suku bunga acuan ini tentu berdampak positif bagi geliat perekonomian Indonesia, terutama mengakselerasi pertumbuhan kredit perbankan.

    Mengutip laman resmi BI, Selasa, 24 November 2020, tidak hanya suku bunga acuan, BI juga memotong suku bunga deposit facility 25 bps menjadi 3,00 persen, dan suku bunga lending facility 25 bps menjadi 4,50 persen. Keputusan ini dengan perkiraan inflasi tetap rendah, stabilitas eksternal terjaga, dan mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

    Dengan latar belakang tersebut, keputusan BI memangkas suku bunga acuan menjadi yang terendah dalam sejarah panjang moneter Indonesia. "Bank Indonesia tetap berkomitmen untuk mendukung penyediaan likuiditas, termasuk dukungan Bank Indonesia kepada pemerintah dalam mempercepat realisasi APBN 2020," kata Gubernur BI Perry Warjiyo.

    Tidak hanya suku bunga, kebijakan moneter lain yang ditempuh yakni melanjutkan kebijakan stabilisasi rupiah agar sejalan dengan fundamental dan mekanisme pasar, memperkuat strategi operasi moneter untuk mendukung stance kebijakan moneter akomodatif, dan memperkuat kebijakan makroprudensial untuk mendorong pembiayaan inklusif, khususnya kepada UMKM.
       
    Kemudian mempercepat pengembangan pasar valas domestik melalui penguatan pasar Domestic Non Deliverable Forward (DNDF) untuk meningkatkan likuiditas dan mendorong pendalaman pasar keuangan sebagai implementasi Blueprint Pengembangan Pasar Uang (BPPU) 2025, dan mendukung pemulihan ekonomi melalui kebijakan sistem pembayaran.

    Peran bank sentral mengawal ekonomi Indonesia agar tidak kembali jatuh akibat pandemi covid-19 bisa dibilang membuahkan hasil. Pasalnya, sejumlah kebijakan yang sudah ditempuh ditambah sinergi dengan fiskal dan pihak terkait mampu membuat sektor jasa keuangan di Indonesia tetap kuat dan berdaya saing.

    Menurut hasil Rapat Dewan Gubernur BI periode November 2020 terungkap ketahanan sistem keuangan tetap terjaga, meskipun risiko dari berlanjutnya dampak covid-19 terhadap stabilitas sistem keuangan terus dicermati. Rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) perbankan triwulan III-2020 tetap tinggi yakni 23,41 persen.

    Kemudian rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) tetap rendah yakni 3,15 persen (bruto) dan 1,07 persen (neto). Namun demikian, fungsi intermediasi dari sektor keuangan masih lemah sejalan dengan permintaan domestik yang belum kuat dan kehati-hatian perbankan akibat berlanjutnya pandemi covid-19.

    Pertumbuhan kredit pada triwulan III-2020 tercatat sebesar 0,12 persen (yoy) sedangkan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat 12,88 persen (yoy). Perkembangan terkini menunjukkan pertumbuhan kredit terkontraksi 0,47 persen (yoy) pada Oktober 2020, sedangkan DPK tumbuh 12,12 persen (yoy).

    Ke depan, intermediasi perbankan diperkirakan mulai membaik sejalan dengan prospek pemulihan ekonomi nasional. Kinerja korporasi membaik, tercermin pada peningkatan indikator penjualan dan kemampuan bayar di mayoritas dunia usaha pada triwulan III-2020, dan diperkirakan berlanjut didorong oleh perbaikan ekonomi domestik dan global.

    Bank Indonesia akan melanjutkan kebijakan makroprudensial akomodatif, dengan senantiasa memperkuat sinergi dan koordinasi kebijakan dengan pemerintah dan otoritas keuangan lainnya, untuk mendorong pemulihan kinerja intermediasi perbankan dalam rangka mendorong pemulihan ekonomi.
     



    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id