comscore

Window Dressing Lesu

Angga Bratadharma - 03 Januari 2022 14:42 WIB
<i>Window Dressing</i> Lesu
Ilustrasi. FOTO: Dok MI/PANCA SYURKANI
PARA investor tampaknya harus gigit jari karena momen window dressing di Desember 2021 yang sudah dinanti-nantikan ternyata terjadi secara tak optimal. Hal tersebut seiring dengan hadirnya banyak ketidakpastian mulai dari The Fed mempercepat tapering hingga munculnya varian baru covid-19 yang bernama Omicron yang dinilai penularannya lebih cepat ketimbang varian Delta.

Bagi seorang trader dan investor di pasar saham, 2021 yang awalnya digadang-gadang menjadi tahun pemulihan ternyata tidak berjalan sesuai ekspektasi. Pasalnya, Indonesia sempat mengalami beberapa ledakan covid-19 dan akhirnya berimbas terhadap perekonomian serta ujungnya kepada bursa saham Tanah Air.

Untungnya pemerintah tak tinggal diam dan memberlakukan pembatasan mobilitas guna memutus penyebaran covid-19. Alhasil, puncak ledakan covid-19 yang terjadi di pertengahan tahun kemarin bisa mereda dan perlahan aktivitas ekonomi berangsur membaik. Meski demikian, bagi pasar saham, volatilitas terus terjadi secara signifikan dan belum meningkat tajam.

Sebenarnya, para analis sudah mencium sinyal window dressing sebelum memasuki Desember 2021. Hal itu terlihat dari gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menunjukkan taringnya yang salah satunya didorong lonjakan harga komoditas seiring terus tingginya permintaan di level global. kondisi itu bisa diterjemahkan sebagai window dressing dimulai.

Menurut Investopedia, window dressing adalah strategi yang digunakan oleh perusahaan reksa dana dan manajer portofolio lainnya untuk meningkatkan penampilan kinerja reksa dana sebelum disajikan kepada klien atau pemegang saham. Hal itu biasa dilakukan menjelang akhir tahun yang berimbas terhadap melonjaknya bursa saham.
 
Dengan kata lain, window dressing adalah strategi mempercantik portofolio dan biasanya dilakukan oleh perusahaan atau manajer investasi. Tujuannya meyakinkan investor untuk berinvestasi. Namun perlu diketahui, window dressing dilakukan menggunakan kaidah akuntansi dan standar yang berlaku.

Head of Investment Information Team Mirae Asset Sekuritas Roger menjelaskan jika dilihat dari aktivitas transaksi di September dan Oktober 2021, terlihat sudah mengalami peningkatan signifikan. Pada dua bulan terakhir itu, nilai transaksi tercatat menembus Rp15 ribu triliun per hari.
 
"Artinya ada optimisme dari pelaku pasar terhadap IHSG," kata Roger, pada Oktober 2021.
 
Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menegaskan gerak IHSG di September dan Oktober 2021 cenderung terapresiasi karena ada euforia kenaikan harga komoditas yang salah satunya adalah batu bara. Hal itu yang juga membuat pelaku pasar memanfaatkan dengan melakukan akumulasi saham.
 
Namun, ia tidak menampik, window dressing tidak akan mulus begitu saja. Dirinya berpandangan akan ada konsolidasi terlebih dahulu. Pasalnya, para pelaku pasar bakal melihat terlebih dahulu mengenai sejumlah permasalahan seperti Evergrande dan lain sebagainya, apakah bisa diselesaikan tanpa memberikan efek negatif domino atau lain sebagainya.
 








Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id