Covid-19 Turun, Ekonomi Naik

    Angga Bratadharma - 23 Februari 2021 13:36 WIB
    Covid-19 Turun, Ekonomi Naik
    Ilustrasi. FOTO: Medcom.id



    PANDEMI covid-19 masih menjadi persoalan di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Sejumlah langkah dilakukan guna menekan penyebaran virus mematikan itu mengingat imbasnya tidak hanya dari sisi kesehatan, tetapi juga menghantam perekonomian. Karenanya, menurunkan angka penyebaran sangat penting. Pasalnya, jika kasus covid-19 turun maka ekonomi bisa naik.

    Sejumlah langkah sudah dilakukan untuk menekan penyebaran covid-19. Namun, semuanya belum efektif memutus mata rantai penyebaran. Karenanya, jurus utama berupa program vaksinasi disertai langkah lain seperti pembatasan sosial dan wilayah diharapkan berhasil mematikan virus yang awalnya muncul di Kota Wuhan, Tiongkok itu.




    Program vaksinasi massal dilakukan di hampir negara di dunia. Di Indonesia, program vaksin sudah dimulai pada medio Januari 2021 dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi orang pertama yang divaksin. Kesediaan orang nomor satu di Indonesia itu divaksin pertama tentu menjawab sejumlah keresahan mengenai tingkat keamanan vaksin covid-19.

    Apa yang dilakukan Presiden Jokowi bukan sekadar memberi kepercayaan kepada masyarakat. Keputusan Presiden menjadi orang nomor satu yang disuntik vaksin covid-19 juga menjadi momentum untuk mengembalikan ekonomi Indonesia di jalur pemulihan. Akselerasi pemulihan menjadi penting mengingat pertumbuhan ekonomi di 2020 minus 2,07 persen.
     
    "Sejak 1998 untuk pertama kalinya pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami kontraksi. Di 1998 karena adanya krisis moneter, krisis global, dan di 2020 ini Indonesia mengalami kontraksi minus 2,07 persen karena pandemi covid," kata Kepala BPS Suhariyanto, awal Februari 2021.

    Covid-19 Turun, Ekonomi Naik

    Tidak dipungkiri, angka covid-19 yang terus melonjak di Tanah Air menyebabkan tekanan terhadap perekonomian. Kondisi itu yang membuat pemerintah sepertinya memiliki pemikiran bahwa menurunkan angka covid-19 bakal berdampak terhadap meningkatnya pertumbuhan ekonomi di masa mendatang.

    Meski demikian, Indonesia tak sendirian yang mengalami kontraksi ketika angka covid-19 terus menanjak. Berdasarkan data yang dihimpun, pada 2020 pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat minus 3,5 persen, Singapura minus 5,8 persen, Korea Selatan minus satu persen, Hong Kong minus 6,1 persen, dan Uni Eropa minus 6,4 persen.

    "Ini adalah angka-angka yang sudah resmi dirilis oleh kantor statistik negara masing-masing. Sementara kalau kita lihat prediksi akan banyak negara-negara yang pada 2020 ini juga mengalami kontraksi yang cukup dalam. Jadi Indonesia tidak sendiri," kata Kepala BPS Suhariyanto.

    Turun

    Selain Indonesia tidak sendirian, ada kabar gembira lainnya. Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengungkapkan, kasus aktif covid-19 di Indonesia mulai mengalami penurunan. Penurunan kasus mencapai 15 ribu. Tak hanya itu, kini jumlah penambahan kasus aktif sudah berada di bawah angka 10 ribu.
     
    "Dalam waktu satu minggu terakhir ada hal yang menggembirakan, pada saat pertemuan seminggu yang lalu angkat kasus aktif kita berada pada posisi 176 ribu. Kasus aktif kita telah turun menjadi 161 ribu orang," kata Doni, dalam Rapat Koordinasi Satgas Penanganan Covid-19 melalui akun YouTube Pusdalops BNPB, Senin, 15 Februari 2021.
     
    Doni menuturkan penurunan lantaran kontribusi semua pihak dalam penanganan covid-19 termasuk penerapan PPKM. "Mudah-mudahan dengan inovasi dan kerja keras yang tiada henti kita semua bisa semakin mampu menekan kasus ini," ujar Doni.
     



    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id