Bersatu dan Bangkit dari Pandemi Covid-19

    Angga Bratadharma - 30 Oktober 2020 14:44 WIB
    Bersatu dan Bangkit dari Pandemi Covid-19
    Asih Wijayanti, pengrajin souvenir dan tas kulit di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, tetap berjuang di tengah pandemi covid-19. Foto: dok Pertamina
    PANDEMI covid-19 di Indonesia belum berakhir dan dampaknya dari waktu ke waktu kian terasa, baik dari sisi kesehatan, sosial, maupun ekonomi. Kondisi semakin diperparah karena gelombang kedua tengah terjadi di negara maju seperti di Amerika Serikat (AS) dan Eropa.

    Mengutip analisis data CNBC dari Universitas Johns Hopkins, Jumat, 30 Oktober 2020, kasus harian nasional di AS telah meningkat secara rata-rata sebanyak 71.832 selama seminggu terakhir. Lebih dari 8,8 juta kasus covid-19 telah dilaporkan di AS, dengan jumlah kematian mencapai 227 ribu pada Rabu sore waktu setempat (Kamis, 29 Oktober).

    Hal tersebut membuat Indeks Volatilitas Cboe, yang secara luas dianggap sebagai pengukur ketakutan terbaik di pasar saham AS, melonjak 20,78 persen menjadi 40,28. Pergerakan pasar saham AS yang menukik cukup tajam terjadi ketika infeksi covid-19 terus melonjak di Amerika Serikat.
     
    Di Indonesia meski pemerintah mengklaim penyebaran covid-19 sudah mulai terkendali, namun gelombang kedua yang terjadi di AS dan Eropa menimbulkan kekhawatiran tersendiri karena dampaknya bisa sampai ke Tanah Air. Sejumlah stimulus guna mendongkrak ekonomi yang mulai pulih tentunya bisa kembali terhantam.

    Hal itu diakui oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Menurutnya sentimen pemilu di AS kepada Indonesia terbilang minim dan kenaikan kasus covid-19 yang terjadi di AS dan Eropa justru jauh lebih memengaruhi kondisi perekonomian Indonesia.
     
    Apalagi, kenaikan kasus tersebut membuat sejumlah negara kembali menerapkan pengetatan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Sri Mulyani mencontohkan negara-negara yang kembali menerapkan lockdown di antaranya Inggris, Spanyol, Italia, Prancis, dan AS.
     
    Bersatu dan Bangkit dari Pandemi Covid-19


    "Kenaikannya cukup tinggi yang menimbulkan kekhawatiran mengenai control ability dan kemungkinan munculnya second wave (pandemi covid-19)," kata dia.

    Kendati demikian, ia meyakini, momentum untuk pemulihan ekonomi di Indonesia tetap terus dijaga. Salah satunya adalah dengan meminimalkan risiko, dan menjaga stabilitas sistem keuangan untuk mendukung berbagai upaya pemulihan ekonomi nasional.
     
    "Kontraksi ekonomi bisa diminimalkan, stabilitas sistem keuangan tetap kita jaga, dan pengendalian covid sesuai yang dilakukan selama ini. Indonesia bisa menjadi emerging country yang memiliki reputasi baik, sehingga kita berharap terjadinya normalisasi dari capital inflow ke emerging market," tuturnya.

    Bersatu

    Untuk menekan penyebaran covid-19 dan dampaknya baik dari sisi sosial maupun ekonomi bersatu menjadi hal penting dilakukan oleh semua orang tanpa terkecuali. Seharusnya semua orang disiplin menerapkan protokol kesehatan karena jika penyebaran virus mematikan itu bisa ditekan maka dampaknya positif terhadap perekonomian.

    Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease (covid-19) yang telah ditekan Presiden Joko Widodo tidak akan efektif tanpa disiplin dan kesadaran masyarakat.
     
     

     
    "Pentingnya budaya disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan adalah kunci pencegahan mengatasi covid (covid-19)," ujar Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Antonius Benny Susetyo.

    Benny mengatakan perlu partisipasi seluruh elemen masyarakat untuk menerapkan budaya disiplin supaya regulasi yang telah berlaku sekitar satu bulan itu berjalan baik. Ia menjelaskan inpres tersebut bertujuan agar masyarakat mampu menaati peraturan.

    "Karena yang dibutuhkan sekarang adalah ketaatan menjalankan pola atau gaya hidup yang mengedepankan keselamatan jiwa manusia," ungkap Benny.
     
    Bersatu memerangi covid-19 tidak hanya gaungan pemerintah semata mengingat sejumlah insentif sudah diberikan, misalnya, Banpres Produktif. Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM Riza Damanik mengatakan diversifikasi produk yang potensial laku di masyarakat bisa dilakukan dengan memanfaatkan program Banpres Produktif.

    Bantuan dana hibah senilai Rp2,4 juta per penerima bisa dialihkan guna membuat produk penunjang aktivitas di tengah wabah. "Artinya, meski di tengah pandemi yang banyak merontokkan bisnis UMKM, masih ada peluang yang bisa dikembangkan. Syaratnya dengan berpikir kreatif dan inovatif," kata Riza.

    Riza mencontohkan pelaku usaha kain perca di Kalimantan Tengah yang selama ini memproduksi sarung bantal mengalami penurunan pembeli selama pandemi covid-19. Produktivitas baru bisa kembali meningkat setelah dialihkan untuk pembuatan masker kain.

    "Pelaku usaha mikro yang juga penerima Banpres Produktif untuk usaha mikro tersebut akhirnya ubah haluan dengan memproduksi masker dari bahan kain perca, produknya pun laris manis di pasaran," paparnya.

    Contoh lain di Pekalongan yang merupakan pusat perajin kain batik yang kesulitan dalam menjual hasil produksinya. Selama pandemi, kebutuhan fesyen yang cocok dan nyaman digunakan di rumah kemudian paling laris.

    "Mereka pun banting setir dengan memproduksi batik khusus untuk baju rumahan, seperti celana pendek, pakaian tidur, daster, dan sebagainya. Produk mereka pun diserbu pasar," tutur Riza.

    Bertindak kreatif

    Di sisi lain, pandemi covid-19 yang melanda Indonesia sejak Maret 2020 memicu terjadinya pemutusan hubungan kerja dan memaksa setiap orang untuk bertindak kreatif menyikapi situasi perekonomian yang tidak menentu. Namun hebatnya, usai pemutusan kerja masih banyak orang yang tetap tegar dan berusaha mencari solusi serta jalan keluar.

    Sugeng Prayogi, seorang fotografer asal Lampung menjadi salah satu dari sekian banyak orang yang terdampak tapi tetap tegar menyikapinya. "Awalnya saya tahu dari berita lagi ramai soal covid-19. Saya anggap biasa, eh tidak tahunya makin ke sini makin ramai. Sampai akhirnya ada peraturan nikahan tidak boleh ada acara resepsi. Hancur lah usaha saya," ungkap Sugeng.
     
     

    Hampir dua bulan lamanya sugeng tidak mampu untuk menafkahi keluarganya. Kondisi pandemi membuatnya sulit hingga akhirnya dia berdiskusi dengan anak-anaknya.
     
    "Saya sebagai kepala keluarga harus berpikir keras apa yang akan saya lakukan. Akhirnya saya mengumpulkan tiga anak saya dan minta pendapat. Akhirnya kami putuskan untuk berjualan makanan secara online, karena hanya itu yang kami bisa," ungkapnya.

    Tak disangka usaha makanan online yang awalnya hanya dijadikan bisnis darurat akibat pandemi justru laku keras. Berbekal kemahiran Sugeng memotret dan anak-anaknya yang pandai memasak dan menghiasnya secara menarik kini dirinya bisa mendapatkan kembali penghasilan.
     
    Kisah sugeng hanya satu dari tiga cerita dalam film omnibus yang bertajuk 'Bangkit dari Terpuruk'. Selain kisah Sugeng dari Lampung masih ada dua cerita menarik lainya yang berasal dari Serang, Banten, dan Malang, Jawa Timur.
     
    Film 'Bangkit dari Terpuruk' dapat menjadi penyemangat dan inspirasi bagi setiap pihak yang saat ini sedang mengalami masa kesulitan akibat resesi ekonomi untuk bangkit dan terus berkarya bagi kehidupan.

    Sumpah Pemuda momen kebangkitan

    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim menilai Hari Sumpah Pemuda yang diperingati setiap 28 Oktober harus dijadikan momen terutama para pemuda untuk berjuang dari krisis akibat covid-19. Menurut Nadiem semangat Sumpah Pemuda sangat relevan saat ini karena Indonesia tengah menghadapi persoalan besar akibat pandemi covid-19.

    "Kita selalu bersatu dan menghasilkan yang terbaik untuk bangsa, tidak terkecuali dalam masa pandemi ini," kata Mendikbud.

    Bersatu dan Bangkit dari Pandemi Covid-19
    Mendikbud Nadiem Makarim. FOTO: Medcom.id/M Syahrul R

    Dia mengingatkan generasi muda perlu mengambil hikmah bahwa pandemi covid-19 telah mengubah tatanan kehidupan, mulai dari cara berkomunikasi menggunakan teknologi sampai dengan mempersiapkan diri untuk masa depan. Pandemi, kata Nadiem, harus semakin memantapkan generasi muda bersiap mengisi perubahan.

    Salah satu anak muda Indonesia, Gloria Emanuelle Widjaya sepakat generasi muda harus unjuk peran dengan membantu masyarakat dalam menghadapi wabah virus korona. Atlet bulu tangkis itu mengatakan situasi yang serba sulit akibat pandemi menjadi ruang bagi kaum muda untuk menjawab tantangan dan berbuat banyak bagi lingkungan sekitar.

    "Justru dalam keadaan pandemi seperti sekarang para pemuda harus bergotong royong, bekerja sama, untuk saling support menguatkan satu sama lain dalam banyak hal," ucap Gloria.

    Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menambahkan ikrar Sumpah Pemuda yang selalu diperingati setiap 28 Oktober harus dijadikan momentum membawa perubahan yang baik. Ikrar yang diucapkan para pemuda di 1928 harusnya menjadi pengingat untuk kembali menguatkan semangat persatuan dan kesatuan.

    "Lawannya jelas, mereka yang positif harus kita dukung agar dapat segera sembuh," jelas Wiku.

    Lebih lanjut, Satgas Penanganan Covid-19 mengajak para pemuda dan pemudi untuk hidupkan kembali ikrar Sumpah Pemuda, yaitu bertanah air, berbangsa, dan berbahasa satu, Indonesia.

    "Ikrar para pemuda di 1928 itu masih bergema. Semangat, tekad, dan cita-cita pemuda Indonesia tetap menyala-nyala, bersatu melewati masa-masa sulit pandemi ini, bangkit dan menjadikan Indonesia sebagai negara yang maju," pesan Presiden Joko Widodo memperingati Sumpah Pemuda Tahun 2020.

    (ABD)
    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id