Bersatu dan Bangkit dari Pandemi Covid-19

    Angga Bratadharma - 30 Oktober 2020 14:44 WIB
    Bersatu dan Bangkit dari Pandemi Covid-19
    Asih Wijayanti, pengrajin souvenir dan tas kulit di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, tetap berjuang di tengah pandemi covid-19. Foto: dok Pertamina

     
    "Pentingnya budaya disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan adalah kunci pencegahan mengatasi covid (covid-19)," ujar Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Antonius Benny Susetyo.

    Benny mengatakan perlu partisipasi seluruh elemen masyarakat untuk menerapkan budaya disiplin supaya regulasi yang telah berlaku sekitar satu bulan itu berjalan baik. Ia menjelaskan inpres tersebut bertujuan agar masyarakat mampu menaati peraturan.

    "Karena yang dibutuhkan sekarang adalah ketaatan menjalankan pola atau gaya hidup yang mengedepankan keselamatan jiwa manusia," ungkap Benny.
     
    Bersatu memerangi covid-19 tidak hanya gaungan pemerintah semata mengingat sejumlah insentif sudah diberikan, misalnya, Banpres Produktif. Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM Riza Damanik mengatakan diversifikasi produk yang potensial laku di masyarakat bisa dilakukan dengan memanfaatkan program Banpres Produktif.

    Bantuan dana hibah senilai Rp2,4 juta per penerima bisa dialihkan guna membuat produk penunjang aktivitas di tengah wabah. "Artinya, meski di tengah pandemi yang banyak merontokkan bisnis UMKM, masih ada peluang yang bisa dikembangkan. Syaratnya dengan berpikir kreatif dan inovatif," kata Riza.

    Riza mencontohkan pelaku usaha kain perca di Kalimantan Tengah yang selama ini memproduksi sarung bantal mengalami penurunan pembeli selama pandemi covid-19. Produktivitas baru bisa kembali meningkat setelah dialihkan untuk pembuatan masker kain.

    "Pelaku usaha mikro yang juga penerima Banpres Produktif untuk usaha mikro tersebut akhirnya ubah haluan dengan memproduksi masker dari bahan kain perca, produknya pun laris manis di pasaran," paparnya.

    Contoh lain di Pekalongan yang merupakan pusat perajin kain batik yang kesulitan dalam menjual hasil produksinya. Selama pandemi, kebutuhan fesyen yang cocok dan nyaman digunakan di rumah kemudian paling laris.

    "Mereka pun banting setir dengan memproduksi batik khusus untuk baju rumahan, seperti celana pendek, pakaian tidur, daster, dan sebagainya. Produk mereka pun diserbu pasar," tutur Riza.

    Bertindak kreatif

    Di sisi lain, pandemi covid-19 yang melanda Indonesia sejak Maret 2020 memicu terjadinya pemutusan hubungan kerja dan memaksa setiap orang untuk bertindak kreatif menyikapi situasi perekonomian yang tidak menentu. Namun hebatnya, usai pemutusan kerja masih banyak orang yang tetap tegar dan berusaha mencari solusi serta jalan keluar.

    Sugeng Prayogi, seorang fotografer asal Lampung menjadi salah satu dari sekian banyak orang yang terdampak tapi tetap tegar menyikapinya. "Awalnya saya tahu dari berita lagi ramai soal covid-19. Saya anggap biasa, eh tidak tahunya makin ke sini makin ramai. Sampai akhirnya ada peraturan nikahan tidak boleh ada acara resepsi. Hancur lah usaha saya," ungkap Sugeng.
     



    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id