comscore

Jatuh Bangun Ekonomi RI, Resesi dan Bangkit Kembali

Nia Deviyana - 20 Oktober 2021 20:42 WIB
Jatuh Bangun Ekonomi RI, Resesi dan Bangkit Kembali
Ilustrasi. Foto: Medcom.id


Resesi ekonomi yang terjadi saat itu menjadi perhatian banyak kalangan. Pengamat ekonomi dari Center of Reform on Economic (Core) Indonesia Mohammad Faisal menilai kontraksi ekonomi RI kuartal III-2020 yang mencapai 3,49 persen, cukup dalam. Menurutnya, kontraksi ekonomi seharusnya bisa tidak terlalu dalam karena pengetatan saat itu sudah mulai dilonggarkan.
Melihat data ekonomi, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah terus berupaya menjaga momentum pemulihan ekonomi nasional.

Dia menjelaskan, meski masuk ke dalam resesi, namun angka itu lebih baik dari pertumbuhan ekonomi yang minus 5,32 persen di kuartal II-2020.

Ia juga memaparkan kontraksi ekonomi pada kuartal II terjadi karena adanya pembatasan sosial untuk mencegah penyebaran pandemi covid-19. Kondisi tersebut membuat konsumsi rumah tangga yang menjadi penopang pertumbuhan ekonomi tertekan.
 
Sementara di kuartal III, Sri Mulyani menyebut komponen pertumbuhan ekonomi melalui konsumsi pemerintah sudah positif. Namun, komponen pengeluaran PDB lainnya masih terkontraksi meski membaik dibandingkan kuartal sebelumnya.

Di sisi lain, masuknya Indonesia ke jurang resesi juga tidak terlalu mengejutkan. Anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun mengatakan Indonesia bukan satu-satunya negara yang terpuruk akibat pandemi.

"Situasi pandemi inilah yang membuat ekonomi berjalan dalam situasi ketidakpastian yang berkelanjutan dan memberikan tekanan yang dalam pada pertumbuhan ekonomi sampi pada level resesi. Pemerintah telah berupaya dengan kebijakan meningkatkan jumlah belanja bantuan sosial, bantuan modal pada UMKM, dan anggaran kesehatan yang besar untuk program menangani covid-19," jelasnya.
 
Namun, Misbakhun juga mengingatkan soal pentingnya perbaikan pada sisi permintaan (demand side). Menurutnya, harus ada perbaikan pada sisi konsumsi rumah tangga.
 
Dia menambahkan lebih dari 56 persen pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia didorong oleh konsumsi rumah tangga kelas menengah yang saat ini mengalami penurunan sangat drastis. Penurunan itu menyebabkan pertumbuhan ekonomi bisa terkontraksi sangat dalam.
 
"Sampai saat ini kebijakan stimulus yang ada dan dilakukan oleh pemerintah masih belum ada yang menyentuh sisi perbaikan konsumsi kelas menengah, padahal mereka ini membutuhkan stimulus tersebut karena daya tahan mereka dalam melakukan konsumsi terbatas. Tanpa bantuan stimulus, mereka akan cenderung membatasi konsumsi," cetusnya.







Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id