comscore

Krisis Evergrande dan Emiten Properti Indonesia

Arif Wicaksono - 29 September 2021 10:59 WIB
Krisis Evergrande dan Emiten Properti Indonesia
Properti Indonesia. Foto : Mi/Galih.
KRISIS China Evergrande sudah mengkhawatirkan prospek bisnis properti di tengah pandemi. Perusahaan raksasa yang terllit utang itu menyeret bisnis properti secara global serta dampaknya ke Indonesia.

Sinyal kesulitan finansial China Evergande muncul setelah Fitch mengatakan bahwa default sangat mungkin terjadi dalam surat utangnya. Lembaga rating lainnya, Moody, mengatakan Evergrande kehabisan uang tunai dan waktu untuk membayar utang.
Dikutip dari CNN, perusahaan menghadapi total utang sebesar USD300 miliar dengan ratusan proyek residensial yang terbengkalai. Masalah utang ini semakin besar karena tak bisa dibayar dengan duit cash perusahaan melainkan dari suntikan dana dari investor.

Data Bloomberg menunjukkan pembayaran jatuh tempo obligasi Evergrande yang segera jatuh tempo termasuk bunga mencapai USD83,5 juta pada obligasi dolar AS bertenor lima tahun dengan imbal hasil 8,25 persen. Selain itu, Evergrande perlu membayar kupon sebesar 232 juta yuan untuk obligasi dalam negeri pada hari yang sama.

Secara total, Evergrande memiliki kewajiban pembayaran kupon senilai USD669 juta yang akan jatuh tempo hingga akhir tahun ini. Menurut data kompilasi Bloomberg, sekitar USD615 juta di antaranya adalah obligasi dolar AS.
 
Evergrande menjadi masalah karena besarnya size perusahaan ini yang menjadi bagian dari 500 Global Company, perusahaan dengan pendapatan terbesar di dunia.

Perusahaan yang berbasis di Shenzen ini memiliki 200 ribu pekerja dan secara tak langsung menghidupi 3,8 juta pekerjaan setiap tahunnya. Perusahaan yang didirikan oleh Xu Jiayin ini memiliki 1.300 proyek di lebih dari 280 kota di Tiongkok.

Kemudian dengan size yang sangat besar saja, China Evergande bisa bermasalah. Bagaimana dengan perusahaan properti lainnya yang menghadapi tantangan ekonomi saat pandemi korona?

Menkeu waspadai krisis Evergrande

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mewaspadai dampak yang ditimbulkan akibat krisis Evergrande Group di Tiongkok. Krisis ini dikhawatirkan bisa mengganggu stabilitas sektor keuangan di Tiongkok maupun secara global.
 







Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id