THR: Tingkat Konsumsi dan Pertumbuhan Ekonomi

    Angga Bratadharma - 07 April 2021 15:51 WIB
    THR: Tingkat Konsumsi dan Pertumbuhan Ekonomi
    Ilustrasi. FOTO: Medcom.id



    TUNJANGAN Hari Raya (THR) merupakan keberkahan ketika Ramadan datang dan menjadi salah satu yang ditunggu-tunggu para pekerja di Indonesia. Pasalnya, THR ibarat bonus bagi para pekerja dan tidak jarang memiliki efek positif terhadap meningkatnya daya beli masyarakat atau tingkat konsumsi yang imbasnya terhadap pertumbuhan ekonomi.

    Tingkat konsumsi merupakan salah satu mesin utama pertumbuhan ekonomi, selain investasi. Jika tingkat konsumsi tertekan maka bisa dipastikan pertumbuhan ekonomi tidak maksimal. Hal itu bisa dibuktikan ketika Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat konsumsi rumah tangga selama 2020 mengalami kontraksi 2,63 persen.






    Dengan konsumsi rumah tangga di 2020 terkontraksi 2,63 persen alhasil pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun lalu anjlok 2,07 persen. Pelemahan tingkat konsumsi disebabkan oleh banyak faktor. Misalnya penjualan eceran yang mengalami kontraksi 12,03 persen dan impor barang konsumsi yang juga mengalami penurunan minus 10,93 persen.

    "Penjualan wholesale mobil penumpang dan sepeda motor terkontraksi masing-masing sebesar minus 50,49 persen dan minus 43,54 persen," jelas Kepala BPS Suhariyanto.
     
    Meski demikian, secara kuartalan, konsumsi rumah tangga sebenarnya mengalami perbaikan dengan minus 3,61 persen di kuartal IV-2020. Angka ini lebih baik dari minus 4,05 persen di kuartal III, minus 5,52 persen di kuartal II, dan pertumbuhan positif 2,83 persen di kuartal I.
     
    THR: Tingkat Konsumsi dan Pertumbuhan Ekonomi

    Sementara itu, konsumsi pemerintah merupakan satu-satunya komponen pengeluaran yang mengalami pertumbuhan positif selama 2020 sebesar 1,94 persen. Namun terjadi perlambatan dibandingkan 2019 karena pertumbuhan belanja pegawai yang melambat.
     
    Di sisi lain, pengeluaran konsumsi LNPRT selama tahun lalu juga mengalami kontraksi 4,29 persen, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi minus 4,95 persen, ekspor minus 7,7 persen, sedangkan impor minus 14,71 persen.

    Menilik dari data itu, memperlihatkan bahwa tingkat konsumsi memiliki peranan teramat penting terhadap pertumbuhan ekonomi. Jika dikaitkan dengan THR maka sangat jelas ketika THR diterima oleh pekerja akan membuat tingkat konsumsi meningkat. Karena biasanya THR dipergunakan untuk mengkonsumsi barang atau jasa oleh masyarakat.

    Wajib bayar THR

    Persoalan THR hampir tiap tahun selalu menjadi perhatian pemerintah agar para pengusaha menjalankan kewajibannya untuk membayar THR kepada para pekerjanya tanpa terkecuali. Hal itu patut menjadi perhatian mengingat masih ada pengusaha yang 'membandel' dengan tidak membayarkan THR.

    Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menegaskan seluruh pengusaha wajib membayarkan THR kepada pegawai. Adapun THR merupakan pendapatan non-upah yang harus diberikan perusahaan menjelang Hari Raya Idulfitri. "Tentu saja kami sampaikan bahwa THR itu adalah kewajiban pengusaha yang dibayarkan kepada pekerja," kata Ida.
     



    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id