Dua Tahun Jokowi-Maruf, Sektor Energi Masih Kalah Pamor

    Suci Sedya Utami - 17 Oktober 2021 15:25 WIB
    Dua Tahun Jokowi-Maruf, Sektor Energi Masih Kalah Pamor
    Ilustrasi industri energi. Foto ; AFP.



    Jakarta: Oktober 2021, Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin dalam Kabinet Indonesia Maju genap berusia dua tahun. Sebagai salah satu sektor kritikal karena menyangkut hajat hidup orang banyak, capaian di sektor energi masih jauh dari harapan di kurun waktu tersebut.

    Masih banyak target-target yang belum tuntas direalisasikan. Direktur Eksekutif ReforMiner Institute menilai kinerja sektor energi dalam dua tahun terakhir masih belum sesuai ekspektasi. Banyak mimpi-mimpi yang hanya belum dikejar.

     



    Menurut dirinya bahkan, pembangunan di sektor energi masih kalah saing dengan pembangunan infrastruktur seperti jalan tol, bandara, pelabuhan dan sebagainya. Sementara sektor energi yang memiliki multiplier effect bagi kegiatan di banyak sektor lainnya masih kalah pamor.

    "Pak Jokowi masih cukup jauh dengan sektor energi. Saya harap bisa lebih mendekat, sebab kalau belum mendekat, turun langsung ke lapangan belum tahu problemnya. Saya kira sudah cukup infrastruktur, sekarang masuk ke energi karena enggak kalah penting," kata Komaidi pada Medcom.id, Minggu, 17 Oktober 2021.

    Dari subsektor minyak dan gas mentah (migas) misalnya. Produksi minyak mentah terutama masih masuk kategori melempem. Target peningkatan produksi yang dibuat setiap tahun nyatanya masih sebatas janji yang belum terealisasi. Bahkan trennya kian tahun makin turun.

    Meski salah satu capaian yang patut diapresiasi meskipun hanya dari sisi pencatatan administratif yakni dengan alih kelola Blok Rokan yang selama sekitar 50 tahun dikuasai oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) asing PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) kini jatuh ke tangan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). Alih kelola ini diharapkan bisa meningkatkan produksi minyak di blok terbesar kedua di Tanah Air tersebut, kendati hal ini diragukan Komaidi.

    "Jika ditanya dampak secara keseluruhan alih kelola kalau lihat gambaran makro relatif enggak ada karena produksinya sama malah cenderung turun. Hanya memang dalam aspek kedaulatan dan ketahanan energi tentu lebih baik karena ada aspek kontrol," ujar dia.
     



    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id