comscore

Menyelamatkan Bumi

Angga Bratadharma - 02 Agustus 2021 12:28 WIB
Menyelamatkan Bumi
Ilustrasi. FOTO: AFP
BUMI kita sedang tidak baik-baik saja. Berbagai kerusakan di berbagai macam belahan dunia telah terjadi dan mayoritasnya diakibatkan oleh tangan-tangan manusia. Pengerukan Sumber Daya Alam (SDA) berlebihan hingga keserakahan di berbagai bidang oleh manusia membuat keseimbangan alam di Bumi menjadi rusak yang imbasnya mengubah keseimbangan iklim.

Begitulah manusia. Padahal, di dalam agama Islam telah ada peringatan kepada manusia agar tidak merusak Bumi. Dengan menjaga kelestarian dan keseimbangan Bumi maka sama saja kita mewariskan dunia yang lebih baik bagi para generasi penerus. Namun sayangnya, sikap serakah dan tamak manusia tetap mendominasi kerusakan Bumi.

 



Di dalam agama Islam, Allah Subhanahu wa ta'ala telah memberikan peringatan kepada manusia. "Dan apabila dikatakan kepada mereka, 'Janganlah berbuat kerusakan di bumi', mereka menjawab, 'Sesungguhnya kami orang-orang yang melakukan perbaikan.' Ingatlah, sesungguhnya merekalah yang berbuat kerusakan, tetapi mereka tidak merasa." (QS Al-Baqarah [2]:11-12).

Kemudian di dalam QS. Ar-Rum ayat 41, disebutkan "Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”.

Lantas apakah peringatan dari Allah Subhanahu wa ta'ala sudah dijalankan? Setiap orang pasti bisa menjawab dengan melihat situasi dan kondisi di Bumi sekarang ini.

Untungnya, negara-negara di dunia termasuk Indonesia mulai menyadari arti pentingnya kelestarian alam di Bumi. Pasalnya, perubahan iklim adalah ancaman yang sangat nyata di depan mata. Jika tidak diantisipasi sedini mungkin bukan tidak mungkin Bumi dan seisinya bakal merasakan efek negatif dari ketidakseimbangan alam.

Menyelamatkan Bumi
Pemanasan global pada 2020. Sumber: Medcom.id

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati berpandangan dampak perubahan iklim dan pandemi covid-19 memiliki guncangan dan tekanan yang sama baik secara global maupun domestik. "Perubahan iklim adalah global disaster yang magnitude-nya diperkirakan sama dengan pandemi," kata Ani, sapaan akrabnya.

Ani menjelaskan semakin banyak negara melakukan pembangunan, semakin besar pula potensi terhadap kenaikan suhu dunia. Hal tersebut karena pembangunan akan mendorong penggunaan energi seiring tingginya mobilitas masyarakat sehingga berimbas terhadap SDA.

"Seluruh kegiatan manusia juga semakin menghasilkan CO2 emission atau emisi karbon yang mengancam dunia dalam bentuk kenaikan suhu," terang dia.
 
Karena itu, lanjutnya, banyak negara di dunia tengah berupaya menekan potensi kenaikan suhu sebesar 1,5 derajat agar terhindar dari dampak perubahan iklim yang tidak menentu. Dari sisi pandemi, negara yang tidak siap sistem kesehatan, kemampuan fiskal, kedisiplinan, dan kemampuan untuk mendapatkan vaksin akan terkendala dampak paling berat.
 
"Momentum ini sekarang meningkat dalam beberapa pertemuan para pemimpin-pemimpin dunia," tambahnya.
 
Ia mengajak semua pihak menangani pandemi sekaligus perubahan iklim lantaran menjadi tanggung jawab ekosistem di seluruh dunia. "Tidak hanya bergantung pada satu aktor apakah pemerintah, satu negara meskipun dia powerfull sekalipun tidak akan bisa. Satu perusahaan tidak akan bisa, satu sektor tidak akan bisa. Ekosistem seluruh dunia harus berubah," tuturnya.

Hari Bumi

Pada peringatan Hari Bumi, seluruh dunia menghadapi tantangan global baru dan tidak dapat disangka yaitu virus korona covid-19. Duta Besar Inggris untuk Indonesia Owen Jenkins menyebutkan, sudah sepatutnya pemerintah dan warga dunia fokus untuk mengatasi pandemi global covid-19.
 
"Tetapi dunia tidak boleh lengah atas tantangan lain yang juga dihadapi oleh manusia yakni perubahan iklim. Aksi internasional juga tidak boleh mengendur," tegas Dubes Jenkins.
 







Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id