Vaksin untuk Ekonomi Indonesia

    Angga Bratadharma - 19 Januari 2021 13:25 WIB
    Vaksin untuk Ekonomi Indonesia
    Presiden Jokowi saat disuntik vaksin Sinovac. FOTO: Biro Pers Sekretariat Presiden/Laily Rachev



    VAKSINASI covid-19 sudah mulai diimplementasikan pada minggu lalu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi orang pertama di Indonesia yang disuntik vaksin Sinovac. Keputusan Presiden menjadi orang pertama yang disuntik tentu menjadi katalis positif guna menumbuhkan kepercayaan diri di dalam masyarakat untuk disuntik vaksin.

    Suntik vaksin menjadi jurus utama pemerintah di awal 2021 ini untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19. Tujuannya agar tercipta kekebalan kelompok. Jika kekebalan kelompok tercipta maka harapannya berimbas terhadap melonggarnya kebijakan pembatasan sosial dan dampaknya terhadap aktivitas perekonomian Indonesia.






    Sejauh ini sejumlah kebijakan sudah diberlakukan pemerintah mulai dari Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga menerapkan protokol kesehatan 3M yang terdiri dari memakai masker dengan benar jika terpaksa keluar rumah, menjaga jarak minimal 1,5 meter, dan mencuci tangan dengan sabun sesering mungkin atau menggunakan hand sanitizer.

    Tidak hanya itu, terakhir pemerintah menerapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali mulai Senin, 11 Januari 2021. Kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat berlaku selama dua pekan yaitu hingga 25 Januari 2021. Langkah tersebut sejalan dengan melonjak tajamnya kasus aktif covid-19 usai libur Natal dan Tahun Baru.

    Berdasarkan penghitungan situs pemantau Center for Systems Science and Engineering (CSSE) dari Johns Hopkins University tercatat jumlah kasus virus korona (covid-19) di kancah global telah melampaui 90 juta pada Minggu, 10 Januari.
     
    Vaksin untuk Ekonomi Indonesia

    Menurut data CSSE, angka infeksi global telah mencapai 90.045.410 dengan total 1.931.571 kematian pada Minggu pukul 15.22 waktu AS (2022 GMT). Amerika Serikat masih tercatat sebagai negara dengan jumlah kasus dan kematian akibat covid-19 tertinggi di dunia, dengan angka 22.293.281 dan 373.588. Sementara India berada di urutan kedua dengan 10.450.284 kasus.

    Sedangkan kasus covid-19 di Indonesia bertambah 9.086 pada Senin, 18 Januari 2021. Total kasus covid-19 mencapai 917.015. Penambahan kasus ini berdasarkan pemeriksaan dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) dan Tes Cepat Molekuler (TCM). Selain itu, pasien covid-19 sembuh bertambah 9.475 orang hari ini. Total kasus sembuh menjadi 745.935 orang.

    Pasien covid-19 meninggal bertambah 295 orang. Total korban jiwa akibat virus korona mencapai 26.282 orang. Jumlah suspek 77.579 orang per Senin, 18 Januari 2021. Virus korona tersebar di 34 provinsi dan 510 kabupeten/kota di Indonesia. Kasus covid-19 bertambah 62.677 sepekan terakhir. Jumlah ini naik 20,6 persen ketimbang pekan lalu, yakni 51.936 kasus.

    Guna menekan lonjakan covid-19 di masa mendatang dan upaya menghentikan pandemi maka vaksinasi harus dilakukan. Hal itu penting mengingat sebagian besar masyarakat 'senang' melanggar protokol kesehatan di tengah pandemi. Padahal, disiplin dalam protokol kesehatan tidak hanya menyelamatkan diri sendiri melainkan orang lain.

    Sementara itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menepis keraguan masyarakat mengenai vaksin Sinovac yang didatangkan dari Tiongkok. Erick optimistis vaksinasi periode pertama yang ditujukan pada tenaga kesehatan akan melindungi dan memperkuat garda terdepan tersebut dalam memerangi pandemi covid-19.
     



    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id