Diskon Pajak Demi Memanaskan Mesin Pertumbuhan

    Angga Bratadharma - 16 Februari 2021 13:03 WIB
    Diskon Pajak Demi Memanaskan Mesin Pertumbuhan
    Ilustrasi. FOTO: MI/RAMDANI



    PEMULIHAN ekonomi masih menjadi fokus utama Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) di 2021 guna memerangi dampak negatif pandemi covid-19. Mesin pertumbuhan ekonomi terus dipanaskan agar roda perekonomian berjalan. Salah satunya konsumsi masyarakat. Paling baru, pemerintah memberikan insentif pajak untuk kendaraan bermotor.

    Dengan latar belakang momentum pemulihan ekonomi, pemerintah menyiapkan kebijakan insentif penurunan tarif PPnBM atau diskon pajak untuk kendaraan bermotor segmen ≤ 1.500 cc kategori sedan dan 4x2. Keputusan ini diambil setelah dilakukan koordinasi antarkementerian dan diputuskan dalam rapat kabinet terbatas.






    Segmen tersebut dipilih karena merupakan segmen yang diminati kelompok masyarakat kelas menengah dan memiliki local purchase di atas 70 persen. Diskon pajak dilakukan secara bertahap sampai dengan Desember 2021 agar memberikan dampak yang optimal.

    Diskon pajak sebesar 100 persen dari tarif normal akan diberikan pada tiga bulan pertama, 50 persen dari tarif normal pada tiga bulan berikutnya, dan 25 persen dari tarif normal pada tahap ketiga untuk empat bulan. Besaran diskon pajak akan dievaluasi efektivitasnya setiap tiga bulan.

    Kebijakan diskon pajak ini akan menggunakan PPnBM DTP atau ditanggung pemerintah melalui penerbitan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) dan ditargetkan akan mulai diberlakukan pada Maret 2021. Pemberian diskon pajak ini juga didukung kebijakan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan untuk mendorong kredit pembelian kendaraan bermotor.

    Diskon Pajak Demi Memanaskan Mesin Pertumbuhan

    Dukungan itu yaitu melalui pengaturan mengenai uang muka (DP) nol persen dan penurunan ATMR Kredit (Aktiva Tertimbang Menurut Risiko). Kombinasi kebijakan ini harapannya juga dapat disambut positif oleh para produsen dan dealer penjual untuk memberikan skema penjualan yang menarik agar potensi dampaknya semakin optimal.

    Kebijakan ini diharapkan mampu mengungkit kembali penjualan kendaraan mobil penumpang yang mulai bangkit sejak Juli 2020. Diskon pajak ini juga berpotensi meningkatkan utilitas kapasitas produksi otomotif, mengungkit gairah Konsumsi Rumah Tangga (RT) kelas menengah, dan menjaga momentum pemulihan pertumbuhan ekonomi yang telah semakin nyata.

    Di sisi konsumen, Lebaran dengan tradisi mudiknya diharapkan juga akan meningkatkan pembelian kendaraan bermotor. Tentunya hal itu bisa terlaksana apabila pandemi covid-19 telah melandai.

    Dari sisi produksi, insentif pajak kendaraan akan memperkuat pemulihan ekonomi sektor-sektor strategis domestik. Rilis Produk Domestik Bruto (PDB) menunjukkan bahwa semua sektor ekonomi telah mengalami perbaikan pertumbuhan ekonomi. Sektor industri pengolahan dan perdagangan yang secara total berkontribusi sebesar 32,8 persen juga mengalami pemulihan.


    Sektor industri pengolahan membaik dari minus 6,18 persen di kuartal II-2020 meningkat menjadi minus 4,34 persen di kuartal III-2020, dan menjadi minus 3,14 persen di kuartal IV-2020. Sektor perdagangan memiliki tren pemulihan yang hampir sama dari minus 7,59 persen di kuartal II-2020 meningkat menjadi minus 5,05 persen di kuartal III-2020 dan minus 3,04 persen di kuartal IV-2020.
     



    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id