• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 23 NOV 2018 - RP 51.179.914.135

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Card 1 of 30

BI Nilai Perang Dagang Bisa Ganggu Perekonomian Dunia

Eko Nordiansyah    •    09 Juli 2018 12:32
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (FOTO: Medcom.id/Eko
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (FOTO: Medcom.id/Eko Nordiansyah)
Jakarta: Bank Indonesia (BI) menilai perang dagang yang terjadi bisa berdampak negatif. Meski hanya dilakukan antar dua negara, tetapi perang dagang bisa memberi dampak secara global terhadap perekonomian dunia.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, Indonesia perlu mencermati perkembangan perang dagang yang terjadi. Dengan adanya perang dagang, kemungkinan ekspor dan impor antar negara bahkan perdagangan global bisa terganggu.

"Karena perang dagang atau ketegangan antara kedua negara itu akan menurunkan ekspor dan impor. Dan juga pertumbuhan kedua negara itu kemudian akan merambat juga ke negara-negara lain," katanya di Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin, 9 Juli 2018.

Dirinya menambahkan, perang dagang juga membawa dampak negatif bagi sektor keuangan. Pasalnya perkembangan perang dagang di Amerika Serikat (AS) membuat bank sentralnya berpeluang meningkatkan suku bunga acuan.

"Adanya ketegangan (perang dagang) kedua negara itu akan menimbulkan respons kebijakan moneter yang ada di Amerika dengan suku bunga lebih tinggi, risiko di pasar keuangan juga tinggi, dan itu membuat penarikan modal negara-negara berkembang termasuk Indonesia," jelas dia.

Untuk itu, Perry menilai meningkatnya ketidakpastian di pasar global mengharuskan sejumlah negara untuk memastikan pasar keuangannya berdaya saing. Hal ini pula yang mendorong BI menaikkan suku bunga acuannya menjadi 5,25 persen.

"Dalam konteks seperti ini strategi yang tepat adalah bagaimana kita di Indonesia memperkuat permintaan domestik. Dan juga mengendalikan bagaimana defisit transaksi berjalan dan mendorong arus masuk modal asing itu yang kita lakukan," pungkasnya.

 
AHL

Card 1 of 30

Aktifkan notifkasi untuk mendapatkan berita terkini dari medcom.id

Notifikasi dapat dimatikan kapanpun melalui pengaturan browser.

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id