• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 23 NOV 2018 - RP 51.179.914.135

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

  Card 14 of 30  

Aturan Relaksasi Buat Industri Smelter Gulung Tikar

Annisa ayu artanti    •    20 Juli 2017 16:06
Ilustrasi lahan tambang. (FOTO: MI/Panca Syurkani)
Ilustrasi lahan tambang. (FOTO: MI/Panca Syurkani)
medcom.id, Jakarta: Kebijakan relaksasi ekspor bijih mineral mengakibatkan industri pengolahan dan pemurnian (smelter) gulung tikar.

Berdasarkan catatan Wakil Ketua Asosiasi Perusahaan Industri Pengolahan dan Pemurnian Indonesia, Jonathan Handojo, total smelter yang ada di Indonesia sebanyak 32. Adapun sebanyak 25 smelter merupakan smelter nikel. Namun, karena pemerintah mengeluarkan aturan relaksasi ekspor, industri smelter tersebut semakin terseok-seok, di mana dari 25 smelter nikel hanya dua smelter dalam keadaan sehat.

"Jumlah nikel smelter di Indonesia 25. Dari 25 yang sehat hanya dua, yang 23 sakit," kata Jonathan saat ditemui dalam diskusi di kawasan Senayan, Jakarta, Kamis 20 Juli 2017.

Jonathan menjelaskan, akibat aturan relaksasi yang dikeluarkan pemerintah membuat harga dunia merosot. Sementara biaya produksi tidak bisa ditekan lagi. "Kalau ada relaksasi itu jadi harga turun," ucap dia.

Berdasarkan hitungan keekonomian industri smelter nikel, break even point (BEP) atau titik impas pendapatan sebesar USD11.000 per ton. Tetapi karena adanya aturan relaksasi harga nikel dunia merosot menjadi sekitar USD9.300 sampai USD9.600 per ton saat ini. Bahkan sempat mencapai sekitar USD8.000 per ton. Menurutnya, itu sangat merugikan industri smelter.

"BEP, itu sekitar USD11 ribu. Itu saja untung sudah sedikit tapi tidak rugi. Waktu feasibility study harga dunia USD12 ribu. Tetapi Mei-Juni anjlok USD8 ribu. Terakhir USD9.300-USD9.600. Kalau berkisar USD9.000 terus (smelter) tidak bakal jalan," jelas dia.

Maka sangat mungkin jika harga terus di bawah, membuat para investor smelter gulung tikar. "Kalau dipaksakan dengan harga segini pasti smelter gulung tikar. Ini yang dihadapi rekan-rekan kami yang menjadi investor nikel," imbuh dia.

 
AHL

  Card 14 of 30  

Aktifkan notifkasi untuk mendapatkan berita terkini dari medcom.id

Notifikasi dapat dimatikan kapanpun melalui pengaturan browser.

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id