• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 23 NOV 2018 - RP 51.179.914.135

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

  Card 8 of 30  

Tidak Bangun Smelter, Pemerintah Terapkan Skema Sanksi Finansial

Annisa ayu artanti    •    30 November 2017 10:02
Gedung Kementerian ESDM (Foto: dokumentasi Setkab)
Gedung Kementerian ESDM (Foto: dokumentasi Setkab)
Jakarta: Pemerintah akan menerapkan skema sanksi finansial kepada perusahaan tambang yang tidak serius dalam membangun fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral atau smelter. Skema tentang sanksi tersebut sedang diajukan ke Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).

Berdasarkan skema sanksi finansial yang dikutip medcom.id, Kamis, 30 November 2017, usulan diberlakukan kepada perusahaan yang 'main-main' dalam membangun smelter. Adapun realisasi pembangunan smelter menjadi penting dengan harapan memberi efek positif terhadap ekonomi Indonesia.

Dalam skema tersebut dijelaskan jika pemegang izin ekspor tidak mencapai kemajuan fisik (pembangunan smelter) 90 persen dari rencana yang telah disetujui untuk enam bulan, pemerintah akan melakukan dua hal.

Pertama, pemerintah akan mencabut rekomendasi persetujuan ekspor. Kedua, dikenakan penalti 10 persen dari kumulatif nilai penjualan ekspor ore yang dilakukan pemegang izin ekspor selama satu tahun.

Uang dari penalti tersebut akan dimasukkan ke dalam kas negara. Namun jika ada perusahaan yang tetap 'membandel', pemerintah akan melakukan sanksi tegas lainnya yakni penghentian kegiatan sampai dengan pencabutan izin.

Perusahaan pemegang izin ekspor dapat melakukan ekspor mineral mentah melalui pengawasan pemerintah yakni realisasi ekspor diawasi dengan pemotongan kuota pada kartu kendali. Ekspor yang dilakukan para pemegang izin ditentukan dari evaluasi kemajuan pembangunan fasilitas pemurnian.

"Usulan finansial penalti itu tidak perlu ditakutkan bagi perusahaaan yang serius untuk membangun. Yang perlu takut itu yang main-main," kata Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bambang Gatot, kemarin.

 
ABD

  Card 8 of 30  

Aktifkan notifkasi untuk mendapatkan berita terkini dari medcom.id

Notifikasi dapat dimatikan kapanpun melalui pengaturan browser.

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id