• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 14 NOV 2018 - RP 51.052.810.215

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Card 1 of 30

Menlu Inggris Desak PM Israel Selidiki Kekerasan di Gaza

Fajar Nugraha    •    07 Juni 2018 12:53
Prajurit israel melakukan kerap melakukan kekerasan terhadap
Prajurit israel melakukan kerap melakukan kekerasan terhadap warga Palestina (Foto: AFP).
London: Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson mendesak Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk membuka penyelidikan independen atas ratusan kematian warga Palestina di Gaza.
 
Setidaknya 125 warga Palestina terbunuh oleh penembak jitu Israel sejak dimulai protes 30 Maret lalu. Protes "Great March of Return" ini menuntut kembalinya warga Palestina ke tanah yang dikuasai oleh Israel dalam perang 1948.
 
Bertemu dengan Netanyahu pada Rabu 6 Juni 2018, ketika PM Israel itu berkunjung ke London, Johnson menyuarakan keprihatinannya atas kondisi kekerasan di Gaza.
 
"Inggris mengecam penembakan roket ke wilayah Israel. Tetapi kami lebih khawatir dengan situasi yang memburuk bagi warga Palestina di Gaza," ujar Johnson, seperti dikutip Jpost, Kamis 7 Juni 2018.
 
"Kami khawatir dengan tewasnya lebih dari 120 warga Palestina dalam beberapa pekan terakhir dan memburuknya situasi di Gaza," ujar Johnson kepada Netanyahu.
 
Johnson menegaskan,"Penting bagi Israel untuk melakukan penyelidikan yang transparan, independen atas tewasnya lebih dari 120 warga Palestina dalam protes Gaza yang terjadi, serta lebih dari 10 ribu orang yang terluka".
 
Awal Juni ini Inggris memutuskan abstain atas voting resolusi Dewan Keamanan PBB, yang menuntut penyelidikan atas kekerasan berdarah di Gaza.

Sebelum melakukan pertemuan dengan Johnson, Netanyahu sempat melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Inggris Theresa May dan menyebutkan kondisi krisis kemanusiaan di Gaza disebabkan oleh Hamas. Menurut Netanyahu, Hamas memiliki nafsu besar menghancurkan Israel dan pemerintahannya berupaya keras untuk meminimalisir korban jiwa.
 
"Ini bukan protes anti-kekerasan, justru berbanding terbalik. Kami berupaya kerasa untuk meminimalisir korban jiwa dan di saat bersamaan melindungi nyawa warga Israel," tegas Netanyahu.
 
PM May sendiri mengakui hak Israel untuk melindungi warganya dari serangan ekstremis. Tetapi May khawatir dengan banyaknya warga Palestina yang tewas.
 
Kesalahan terbesar Israel adalah menembak mati petugas medis Palestina, Razan al-Najjar pada 1 Juni 2018 lalu. Peluru pasukan Israel menembus dada dari perempuan berusia 21 tahun itu.
 
Kematian Razan sangat dikecam oleh banyak pihak, karena saat itu dirinya hendak memberikan perawatan terhadap seorang warga Palestina yang terluka dalam protes.
 
Peluru menghujam dada perempuan itu dan meninggalkan duka bagi keluarga yang membanggakan upaya Razan selama ini demi warga Palestina.
 
Baca juga: Relawan Medis Wanita Ditembak Mati Israel di Perbatasan Gaza.
 
Selama hampir 10 pekan, Razan merawat mereka yang terluka oleh ulah pasukan Israel saat berlangsung protes Great March of Return. Dimulai 30 Maret lalu, protes tersebut dilakukan di sepanjang perbatasan Gaza dan Israel. Mereka menuntut dikembalikannya warga Palestina ke rumah, ketika diusir dari wilayah yang kini disebut sebagai Israel pada 1948.
 
Pemakaman Razan pada Sabtu 3 Juni 2018 dihadiri oleh ribuan orang termasuk rekan sesama petugas medis. Ribuan orang menangis menunjukkan rasa kehilangannya.
 
Ayah dari Razan, Ashraf al-Najjar membawa seragam medis berwarna putih yang penuh darah putrinya. Seragam itu yang dipakai Razan saat peluru pasukan Israel ketika dia ditembak.
FJR

Card 1 of 30

Aktifkan notifkasi untuk mendapatkan berita terkini dari medcom.id

Notifikasi dapat dimatikan kapanpun melalui pengaturan browser.

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id