• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 16 OKT 2018 - RP 41.062.067.101

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

  Card 27 of 30  

Pengacara: Gugatan Cerai Ahok Masalah Privat

M Sholahadhin Azhar    •    08 Januari 2018 11:12
Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 2 Basuki Tjahaja Purnama
Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 2 Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok bersama Istri Veronica Tan. Foto: MI/Ramdani.
Jakarta: Josefina A Syukur, pengacara mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), menekankan alasan Ahok menggugat cerai istrinya, Veronica Tan, adalah urusan pribadi. Hal ini tak bisa dibuka ke publik.

"Ini masalah privat. Jadi, kita enggak bisa kasih tahu," kata Fina kepada Medcom.id di kantornya, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Senin, 8 Januari 2018.

Menurut dia, sejak surat gugatan cerai Ahok viral, dirinya menerima banyak panggilan melalui telepon. Dia mengaku banyak pihak yang menanyakan mengapa Ahok menalak Vero, sapaan Veronica.

"Terlalu banyak telepon, saya pusing. Ada yang saya jawab ada yang enggak," jelas dia.

Ia menyebut dirinya sebagai pengacara terikat kode etik. Ahok dan tim kuasa hukum telah bersepakat tak membeberkan alasan gugatan perceraian itu. Fina telah menjelaskan hal itu pada setiap panggilan telepon yang menanyakan alasan Ahok.

Fina tak bersedia memberi informasi tentang kapan keretakan hubungan Ahok dan Vero muncul. Apakah sejak lama atau baru-baru ini. "Saya enggak boleh kasih keterangan apa pun," pungkas dia.

Baca: Ahok Gugat Cerai Istri

Sementara itu, pada Pasal 39 di Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan serta Pasal 19 PP Nomor 9 Tahun 1975, ada enam alasan kuat mengajukan gugatan cerai. Pertama, salah satu pihak berbuat zina atau jadi pemabuk, pemadat, penjudi, dan lain sebagainya yang sukar disembuhkan. 

Kedua, salah satu pihak meninggalkan pihak lain selama dua tahun berturut-turut tanpa izin pihak lain dan tanpa alasan yang sah atau karena hal lain di luar kemampuannya. Ketiga, salah satu pihak mendapat hukuman penjara lima tahun atau hukuman yang lebih berat setelah perkawinan berlangsung. 

Keempat, salah satu pihak melakukan kekejaman atau penganiayaan berat yang membahayakan pihak yang lain. Kelima, salah satu pihak mendapat cacat badan atau penyakit dengan akibat tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai suami/istri. Terakhir, antara suami dan isteri, terus menerus terjadi perselisihan dan pertengkaran dan tidak ada harapan akan hidup rukun lagi dalam rumah tangga.

OGI

  Card 27 of 30  

Aktifkan notifkasi untuk mendapatkan berita terkini dari medcom.id

Notifikasi dapat dimatikan kapanpun melalui pengaturan browser.

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id