Card 27 of 30  

Gedung Tinggi Abaikan Izin Sumur Air Tanah

M Sholahadhin Azhar    •    16 Maret 2018 12:32
Ilustrasi gedung tinggi - ANT/Rosa Panggabean.
Ilustrasi gedung tinggi - ANT/Rosa Panggabean.
Jakarta: Perizinan sumur air tanah tak jadi prioritas bagi gedung tinggi. Hal ini dibuktikan dengan minimnya pengelola bangunan pencakar langit yang mengajukan izin ke Badan Palayanan Terpadu Satu Pintu (BPTSP) DKI Jakarta.

"Mereka banyak melakukan pembiaran. Izin sudah habis tapi enggak mengajukan lagi," kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP DKI Jakarta Edy Junaedi kepada Medcom.id, Jumat, 16 Maret 2018.

Ia mengaku tak hapal gedung-gedung mana saja yang berizin dan yang tidak berizin. Yang jelas, setiap harinya sekira 30 pengelola gedung saja yang mengurus perizinan air tanah di kantor Edy.

"Harusnya segera bikin, harus mengakui kalau izin habis. Tapi yang banyak dientar-entarin. Kan analoginya izin seperti SIM, habis masa berlakunya, masa diimbau," imbuh Edy.

(Baca juga: Rata-rata Gedung Tinggi Bermasalah pada Air Limbah)

Dengan jumlah pengurusan izin yang minim, tak sebanding dengan jumlah gedung tinggi di Jakarta. Dampaknya, seperti yang ditemui saat Gubernur Jakarta Anies Baswedan menyidak Hotel Sari Pan Pacific, izin habis sejak 2013 lalu.

Adapun soal perizinan, Edy mempersilakan semua pihak termasuk gedung tinggi, mengurus hal tersebut. Pada dasarnya, kata dia, pihaknya terbuka, namun tetap ada batasan yang harus dipatuhi.

Misalnya, gedung tinggi hanya boleh membangun sumur air tanah dengan catatan sebagai cadangan saja. Sebab, di daerah itu telah terdistribusi air PAM Jaya yang baik.

Syarat lainnya seperti pemenuhan kebutuhan air bersih dari air tanah. Gedung tinggi hanya boleh memanfaatkan air tanah sebanyak 40 dari presentase keseluruhan kebutuhan air di gedung tersebut.

"Ini sesuai anjuran Balai Geologi," kata Edy.

(Baca juga: Gedung Tinggi Sedot Separuh Distribusi Air PAM)


REN

  Card 27 of 30  

Aktifkan notifkasi untuk mendapatkan berita terkini dari medcom.id

Notifikasi dapat dimatikan kapanpun melalui pengaturan browser.

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id