• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 19 OKT 2018 - RP 45.764.339.104

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

  Card 8 of 18  

KPK Telisik Aliran Dana Suap Bupati Ngada

Juven Martua Sitompul    •    14 Maret 2018 19:24
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Febri Diansyah. Foto:
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Febri Diansyah. Foto: MI/Susanto.
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan terhadap delapan orang terkait kasus dugaan suap sejumlah proyek jalan di Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kasus itu menjerat Bupati Ngada, Marianus Sae, dan Direktur Utama PT Sinar 99 Permai Wihelmus Iwan Ulumbu.
 
Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, pemeriksaan dilakukan di Polres Manggarai Barat. Kemungkinan, pemeriksaan terus berlangsung selama pekan ini.
 
"Pemeriksaan di Polres Manggarai Barat, dalam minggu ini tim masih terus melakukan kegiatan di sana," kata Febri di Gedung KPK, Jakarta, Rabu, 14 Maret 2018.
 
Menurut Febri, delapan saksi yang diperiksa terdiri dari unsur Kepala DPKAD Kabupaten Ngada, PNS dan ajudan bupati. Dalam pemeriksaan, penyidik mengonfirmasi soal pertemuan termasuk komunikasi, fee serta aliran dana dari proyek tersebut.
 
"Selain itu, kami klarifikasi juga informasi tentang sejauh mana perintah bupati dalam pemenangan perusahaan PT S99 di sejumlah lelang tahun 2016-2017," pungkas Febri.

Baca: Bupati Ngada Ditangkap saat bersama Tim Penguji Cagub NTT

Marianus Sae ditetapkan sebagai tersangka bersama dengan Direktur Utama PT Sinar 99 Permai, Wihelmus Iwan Ulumbu. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap sejumlah proyek jalan di Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
 
Suap diberikan Wilhelmus kepada Marianus agar sejumlah proyek jalan di Kabupaten Ngada digarap oleh perusahaan kontraktor yang dikelola Wilhelmus.
 
Atas perbuatannya, Wilhelmus sebagai pemberi suap dijerat dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 
Sementara, Marianus dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.


FZN

  Card 8 of 18  

Aktifkan notifkasi untuk mendapatkan berita terkini dari medcom.id

Notifikasi dapat dimatikan kapanpun melalui pengaturan browser.

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id