Juergen Klopp dan Faktor di Balik Sukses Liverpool

    mrizal - 30 Juni 2020 13:40 WIB
    Juergen Klopp dan Faktor di Balik Sukses Liverpool
    Juergen Klopp. (Foto: dok. AFP)
    KOMPETISI Liga Inggris 2019 -- 2020 telah resmi dikunci oleh Liverpool, dengan perolehan poin yang cukup jauh (23 poin) dari rival terdekat Manchester City. Tidak tanggung-tanggung, sisa tujuh pertandingan adalah bukti nyata dan rekor baru yang berhasil dikukuhkan liverpool. Torehan ini menunjukkan betapa solid dan konsistennya skuat liverpool sepanjang musim ini bergulir.

    Saat ini, Liverpool adalah contoh yang tepat bagaimana membentuk "chemistry" untuk meraih kesuksesan. Klub memahami betul bagaimana cara merekrut, mendukung tim, mendapatkan pemain yang dibutuhkan, dan memadukan mereka bersama dengan cerdas pada setiap laga demi laga.

    Filosofi Bermain Juergen Klopp

    Adalah Juergen Klopp, ia menjadi bagian terbesar dalam kesuksesan liverpool. Dia mengelola sebuah tim dengan pendekatan filosofi bermain dengan intensitas menekan dan counter attack yang cepat. Selain itu, Juergen Klopp juga memiliki kepribadian yang kharismatik, menginspirasi bekerja secara kolektif dalam menekankan gaya bermain Liverpool.

    Juergen Klopp paham betul dalam mengadposi taktik dan memitigasi kelemahan dalam tim. Ketika di Borussia Dortmund, dia tidak memiliki pemain bek sayap yang kreatif dalam memberi umpan. Klopp berhasil memoles bakat Andy Robertson dan Trent Alexander-Arnold untuk memainkan peran bek "playmaker". Mereka memberikan tekanan dari sisi samping dan memberikan umpan silang serta kecepatan dalam menyerang. Benar saja selama beberapa musim terkahir mereka mendominasi dalam statistik assist terbanyak Liga Inggris. Strategi ini sangatlah ampuh diterapkan untuk menekan lawan. Normalnya, umpan lambung ataupun umpan silang mampu mereduksi waktu 1-2 detik lebih cepat daripada umpan pendek atau umpan datar. Inilah mengapa trio penyerang berkelas mereka juga tampil begitu tajam.

    Siapakah FSG

    Juergen Klopp dan Faktor di Balik Sukses Liverpool
    Michael Edwards

    Di balik kesuksesan liverpool adalah Michael Edwards dan tim komite transfer pemain. Di mana mereka memanfaatkan data dan analisis yang berkualitas pada setiap pemainnya. Bisa dikatakan ide setiap pembelian pemain berasal dari pemilik dari Fenway Sports Group (FSG) yang terbaik di Premier league. 

    Perekrutan berdasarkan data yang akurat dapat berjalan apabila manfaatnya bisa dikomunikasikan dengan pelatih, staf pelatih, pemegang saham dan Edwards berhasil dalam hal ini. Banyak keberhasilan yang diraihnya, antara lain pembelian Roberto Firmino, Andy Robertson, Virgil Van Dijk adalah sedikit dari cerita kesuksesannya. Bahkan untuk pemain seperti Dominic Solanke yang dijual ke Bournemouth adalah bukti sahih bagaimana dia menjalankan bisnis berdasarkan data dan menghasilkan keuntungan. Jadi, tidak heran jika Liverpool mampu merekrut pemain bagus dan menjadi pemain inti.

    Juergen Klopp dan Faktor di Balik Sukses Liverpool
    Sebagian besar pemain inti Liverpool dibangun selama tiga musim terakhir. Perhatikan saja pemain inti yang telah bermain pada 20 laga atau lebih musim ini, kebanyakan mereka rekrutan dari musim 2016 -- 2017. Dan hanya kurang lebih tiga pemain inti yang direkrut sebelum itu, yaitu Firmino, Gomez dan Henderson yang dibawa setiap tahunnya. 

    Liverpool berhasil melakukan pembelian yang cerdas dan menambahkan pemain pada sektor yang dibutuhkan di waktu yang tepat. Strategi menjual Coutinho ke Barcelona (2018 -- 2019) adalah keputusan tepat. Sebagai gantinya Liverpool tidak mendatangkan pemain yang bertipe sama melainkan Virgil Van Dijk (CB) dan Alisson (GK) didatangkan dengan nilai yang cukup fantastis saat itu. Memang, di sektor bek tengah dan kiper, Liverpool masih terlalu lemah kala itu.

    Usia dan pengalaman dari pemain juga berkualitas, lima pemain bermain di premier league dalam beberapa kasus tidak terlalu mahal dari tim yang terdegradasi. Beberapa pemain didatangkan dari liga top eropa yang bermain di Liga Champhions juga. Pengecualian untuk Trent Alexander-Arnold, dari binaan pemain muda yang kualitasnya pas dan cocok dengan strategi Liverpool. Tentu saja, strategi inilah yang membuat Liverpool terasa "hidup" dalam sebuah pertandingan.

    Sistem kerja dari strategi Klopp

    Kumpulan pemain hebat tidak akan berguna tanpa sebuah rencana yang bagus, begitupun dengan rencana yang bagus tanpa para pemain. Liverpool berhasil merekrut pemain susuai dengan gaya dan kebutuhan Klopp. Secara umum Liverpool bermain dengan pola 4-3-3 dan kadang kalanya Klopp merubah dengan 4-2-3-1 dengan maksud membantu melapisi pertahanan. Pada pemain tengah dan striker, difokuskan di jantung pertahanan lawan. Peran Robertson dan Arnold mendorong penyerangan, melebar dari sisi kiri kanan sayap lawan. Fiminho, Salah dan Mane akan selalu mencari ruang untuk menerima umpan-umpan dari sayap. Fabinho atau Chamberlain pun menambah daya dobrak Liverpool dari sektor tengah.

    Sistem penyerangan Liverpool mudah dipahami bahkan sampai saat ini masih digunakan dan efektif. Baik dalam menyerang ataupun melakukan serangan balik dari perebutan/kesalahan pemain lawan. Dengan tambahan Van Dijk dan penjaga gawang Alisson, Liverpool menjadi lebih agresif dalam memainkan strategi ini. Biasanya dimulai dari pemain yang memanfaatkan lebar lapangan. Ketika ada kesempatan mereka akan mengirimkan umpan lambung ke pemain yang siap atau sedang berlari ke depan. Van Dijk ke Salah adalah rute umpan yang sering dilakukan tetapi tidak menutup kemungkinan mencoba opsi variasi lainnya.



    Contohnya gol ketiga saat melawan Southampton musim ini di Anfield adalah buah kesuksesan dari strategi ini. Alisson mengirimkan umpan jauh ke Firmino dan menghalangi pemain Southampton dari bola. Sehingga Henderson yang posisinya disamping kiri lawan, dengan satu sentuhan mengirimkan terobosan ke Salah. Salah yang sudah berlari menyambut bola dan berhasil membobol gawang The Saints dengan rapi. Posisi saat itu, Salah menjadi satu-satunya pemain Liverpool yang ada di kotak pinalti lawan. 

    Bola-bola langsung ke depan, umpan lambung ke samping, sprinter membuka ruang dan dengan 1-2 sentuhan kemudian memberikan assist. Pemain  Liverpool, bermain dengan jenius dan terampil. Inilah yang membuat Liverpool hebat dan mampu menyudahi puasa gelar Liga Inggris selama 30 tahun. Liverpool dibangun buah dari pemikiran dan keterampilan dibawah kepemimpinan pelatih yang pendekatannya menyeluruh. Dan tentunya semua didukung oleh sejumlah pembuat keputusan cerdas, baik di lapangan dan pelatihan secara progresif.

    You'll Never Walk Alone

    Video: Kisah Perjuangan Liverpool Raih Juara



    (ASM)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id